Adab Ihram dari Miqat Sampai Masuk Makkah

Ahad , 25 Oct 2020, 06:03 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Adab Ihram dari Miqat sampai Masuk Makkah. Jamaah haji berdoa di atas bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Belaskasih di Dataran Arafat selama ziarah tahunan di dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Kamis, 30 Juli 2020. Hanya sekitar 1.000 jamaah yang akan diizinkan untuk melakukan ziarah tahunan haji tahun ini karena pandemi virus.
Adab Ihram dari Miqat sampai Masuk Makkah. Jamaah haji berdoa di atas bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Belaskasih di Dataran Arafat selama ziarah tahunan di dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Kamis, 30 Juli 2020. Hanya sekitar 1.000 jamaah yang akan diizinkan untuk melakukan ziarah tahunan haji tahun ini karena pandemi virus.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pertama, mandi dan berniat mandi ihram, yakni apabila ia telah sampai di miqat yang merupakan tempat awal manusia berihram. Hendaklah ia menyempurnakan mandinya dengan membersihkan badan, menyisir janggut dan rambut kepala, menggunting kuku, mencukur kumis, serta menyempurnakan kebersihan dengan apa yang telah uraikan dalam taharah.

 

Terkait

Kedua, melepas seluruh pakaian berjahit dan mengenakan dua lembar pakaian ihram. Ia berselendang dan bersarung dengan dua lembar kain berwarna putih, serta memakai harum-haruman pada pakaian dan badannya. Ketiga, bersabar setelah mengenakan pakaian hingga kendaraannya berangkat jika ia menggunakan kendaraan atau memulai perjalanan jika ia berjalan kaki.

Baca Juga

Ketika itu, ia berniat ihram untuk haji atau umroh secara qiran atau ifrad sebagaimana yang diinginkannya dan mengucapkan:

لبيك اللهم لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك لبيك بحجة حقا تعبنا ورقا اللهم صل على محمد وعلى آل محير

"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan semua nikmat adalah milik Mu, dan begitu juga seluruh kerajaan. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu dengan berhaji menuju kebenaran, untuk beribadah, dan untuk menghambakan diri. Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."

Keempat, disunnahkan untuk selalu memperbarui talbiyah sepanjang ihram, khususnya ketika bertemu dengan teman, ketika berkumpul dengan orang banyak, ketika berada di jalan mendaki, ketika berada di jalan menurun, ketika naik kendaraan, dan ketika turun dari kendaraan, dengan mengangkat suaranya tanpa sampai mengeringkan kerongkongannya. Sesungguhnya ia tidak berseru kepada zat yang tuli atau tidak ada sebagaimana dijelaskan dalam hadits, "Rasulullah saw. jika ada sesuatu yang membuatnya kagum, beliau mengucapkan, 

لبيك إن العيش عيش الآخرة

"Aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya kehidupan yang sebenar-benarnya adalah kehidupan akhirat."

sumber : Ihya Ulumiddin Imam Al-Ghazali
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini