Jamaah Umroh Perdana: Penyambutan Arab Saudi Luar Biasa

Senin , 02 Nov 2020, 21:19 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Jamaah Umroh Perdana: Penyambutan Arab Saudi Luar Biasa (ilustrasi).
Jamaah Umroh Perdana: Penyambutan Arab Saudi Luar Biasa (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Jamaah terkesan dengan penyambutan Pemerintah Arab Saudi kepada jamaah umroh perdana asal Indonesia. Ada sekitar 230 jamaah umrah perdana terbang ke Tanah Suci dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta, Barat. 

 

Terkait

"Penyambutannya luar biasa," kata pengurus Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SapuhI) bidang hubungan luar negeri Riza Palupi, saat dihubungi, Selasa (2/11).

Riza mengatakan, pihak Arab Saudi begitu ramah dan terbuka saat menyambuat kedatangan para jamaah dari Indonesia dan Pakistan. Masing-masing dari mereka memakai pakaian kebesaran seperti halnya menyambut tamu kehormatan kerajaan. "Mereka sangat welcome sekarang sama jamaah umroh. Setiap orang sekarang senyum dan membalas kalau kita tegur atau kita siapa," katanya.

Riza mengatakan, sesuai regulasi jamaah dari negara asing langsung karantina selama tiga hari sebelum melakukan ibadah umroh. Riza yang juga pemilik travel Albi Tour itu menyampaikan, pemerintah Arab Saudi tidak menempatkan jamaah di suatu tempat khusus karantina, melainkan karantina di hotel Makkah sesuai paket yang dipesan.

Riza menuturkan, suasana umroh di masa pandemi ini berbeda saat umroh sebelum pandemi. Semua keperluan jamaah di antar ke kamar hotel sebagai prosedur karantina yang tak boleh kemana-mana. "Kondisinya makanan di antar ke kamar," katanya.

Karena pandemii, satu kamar yang biasa diisi bisa empat orang, karena masih pandemi, tidak bisa disi lebih dari dua orang. Jadi setiap kamar diisi oleh dua orang jamaah, meski kapasitas kamar bisa dipakai dua orang lebih. "Satu kamar hotel diisi dua jamaah," katanya.

Riza menyarankan, kepada jamaah umrah perdana dan begitu juga jamaah yang akan datang, ketika umrahnya masih di masa pandemi lebih baik diam dikamar. Hal tersebut demi keamanan bersama agar tak terpapar virus korona. "Kita sarankan untuk tetap di kamar kalau tidak ada ke perluan mendesak," katanya.

Riza menceritakan, jamaah memang bisa keluar di kamar sampai kelobby hotel atau ke pelataran mesjid. Tetapi tidak boleh masuk mesjidil haram apalagi menjalankan ibadah umrah seperti thawaf dan Sai. 

Selain kamar yang kapasitanya dikurangi sampai 50 persen, juga transportasi darat jenis bus hanya boleh diisi oleh 40 persen penumpang. Padahal ketika normal biasanya bus diisi penuh jamaah. "Ada 13 bus yang jemput dan kapasitas bus hanya 40 persen," katanya.

Riza mengkoreksi, jamaah yang berangkat umrah perdana dari Jakarta bukan 260 tetapi 230 jamaah. Dan semuan jamaah bisa berangkat dan sudah tiba di Tanah Suci. "Yang berangkat semua lolos 230 jamaah," katanya.

Pada perjalanan umrah perdana ini Riza memberikan catatan kenapa jamaah untuk keberangkatan pertama ini sedikit. Pertama karena ada kendala test PCR yang belum selesai dan mepetnya waktu permohonan visa. "Semua itu yang memang disiapkan dadakan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini