Ahad 08 Nov 2020 06:36 WIB

Jumlah Mualaf di Prancis Naik Dua Kali Lipat

Jumlah mualaf di Prancis terus mengalami pertumbuhan.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Elba Damhuri
Seorang wanita berjilbab berjalan di depan toko kue Aljazair disat sebelum waktu berbuka puasa di pasar Arab daerah Porte de Montreuil di Paris, Prancis Ahad (26/4). Mayoritas penduduk di sekitar daerah Porte de Montreuil, Paris adalah Muslim Arab dari Utara Afrika, Muslim di seluruh Prancis pada tahun ini tidak dapat mengikuti kegiatan berdoa dan beribadah bersama akibat ditutupnya masjid karena pandemi COVID-19
Foto: EPA
Seorang wanita berjilbab berjalan di depan toko kue Aljazair disat sebelum waktu berbuka puasa di pasar Arab daerah Porte de Montreuil di Paris, Prancis Ahad (26/4). Mayoritas penduduk di sekitar daerah Porte de Montreuil, Paris adalah Muslim Arab dari Utara Afrika, Muslim di seluruh Prancis pada tahun ini tidak dapat mengikuti kegiatan berdoa dan beribadah bersama akibat ditutupnya masjid karena pandemi COVID-19

IHRAM.CO.ID, PARIS -- Jumlah mualaf di Prancis terus mengalami pertumbuhan. Terdapat beberapa laporan yang memberikan perincian informasi terkait jumlah orang yang masuk Islam.

Dilansir di About Islam, Ahad (1/10), Bangunan masjid Sahaba di jantung pinggiran kota kelas menengah Creteil di Paris, dikenal sebagai masjid para mualaf. Sekitar 150 acara pengucapan syahadat dilakukan setiap tahun di masjid Sahaba.

Baca Juga

Masjid ini dibangun pada 2008. Masjid ini merupakan simbol pertumbuhan Islam di Prancis.

Menurut video Muslim Converts Stories, jumlah orang Prancis yang masuk Islam setiap tahun meningkat secara signifikan. Sementara itu para ahli menyebutkan, meski jumlah mualaf tetap relatif kecil di Prancis, jumlah mualaf tahunan ke Islam meningkat dua kali lipat dalam 30 tahun terakhir.

 

Laporan lain oleh harian La Croix pada 25 Agustus, mengutip survei yang dilakukan oleh Pierre Schmidt tentang mualaf di Prancis, menyatakan selalu ada warga yang memeluk Islam. Kepala Biro Agama di Kementerian Dalam Negeri, Didier Leschi, mengatakan apa yang baru hari ini adalah jenis gerakan yang dituju oleh para mualaf muda.

"Menurut informasi yang kami terima dari Muslim yang bertanggung jawab atas asosiasi, dia menjelaskan, mungkin ada sekitar 10 mualaf setiap hari", ujarnya.

Itu berarti ada sekitar 3.600 orang mualaf setiap tahun. Banyak ahli mencatat pengaruh para mualaf, terutama dari pemain sepak bola. Adalah Nicolas Anelka, yang bermain untuk tim nasional Prancis dan orang tuanya berasal dari Martinik, mengubah namanya menjadi Abdul-Salam Bilal Anelka ketika dia masuk Islam pada 2004.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement