Kepatuhan Protokol Kesehatan Jadi Kepastian dari Kuota

Selasa , 10 Nov 2020, 08:45 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Kepatuhan Protokol Kesehatan Jadi Kepastian dari Kuota (ilustrasi).
Kepatuhan Protokol Kesehatan Jadi Kepastian dari Kuota (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pengurangan kuota haji sebesar 50 persen untuk Indonesia belum dapat dipastikan. Namun yang sudah dapat dipastikan adalah keharusan mematuhi protokol kesehatan saat musim haji. 

 

Terkait

"Artinya protokol kesehatan tetap dijalankan," kata Direktur ⁣⁣⁣Gaido Travel & Tours Nana Sujana, saat dihubungi, Selasa (10/11).

Nana mengatakan, haji dan umroh di masa pandemi bukan hanya tanggung jawab Kementerian urusan Haji Umrah Arab Saudi saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Berbeda dengan haji dan umroh sebelum masa pandemi yang menjadi tanggung jawab Kementerian Urusan Haji dan Umrah saja.

"Karena memang haji atau umroh sekarang ini tentunya bukan hanya dari kementerian Haji tapi dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia," katanya.

Selama Kerajaan membolehkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di masa pandemi, Kementerian Kesehatan akan mengatur bagaimana agar jamaah umroh tetap mentaati protokol kesehatan. Hal itu agar tidak ada jamaah umroh maupun haji yang terpapar Covid-19.

"Kementerian Kesehatannya itu cara penanganannya covid tentang, distencing terus bagaimana di hotel masuk mereka ke sini harus di test swab dulu," katanya.

Dari hasil swab itu akan terlihat siapa saja jamaah yang boleh umroh atau jamaah yang mesti diisolasi karena positif Covid-19. Karena jamaah yang positif dengan yang negatif tidak boleh dicampur dalam satu ruangan apalagi dalam waktu yang cukup lama pada musim haji.

Nana menyampaikan, apabila jamaah hasil tesnya negatif, maka diperbolehkan langsung umroh, seperti halnya keberangkatan kloter ketiga tanggal 8 November itu langsung bisa berangkat umroh. Sementara ketika hasil tes Jamaah itu positif Covid-19 maka harus diisolasi tidak boleh melakukan ibadah umroh. 

"Jadi datang malam paginya diswab dan positif nanti jam 4 sore itu udah bisa berangkat umroh. Namu jika diketahui  positif itu akan dipisahkan," katanya.

Nana memastikan pemerintah Arab Saudi akan menangani secara khusus bagi jamaah umroh maupun Haji nanti jika terinfeksi Covid-19 akan ditangani secara khusus. Jadi jamaah umroh tidak perlu khawatir akan ada perlakuan diskriminatif terhadap jamaah yang positif Covid-19.

"Pasti ditangani secara khusus oleh pihak penanganan Covid-19 yang ada di Saudi Arabia," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini