Survei: Pandemi Ubah Perilaku Konsumen Negara Teluk

Rabu , 11 Nov 2020, 00:50 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Ani Nursalikah
Warga Arab Saudi beraktivitas di luar rumah.
Warga Arab Saudi beraktivitas di luar rumah.

IHRAM.CO.ID, DUBAI -- Perusahaan konsultan McKinsey & Company merilis hasil penelitian terbaru mereka bahwa wabah Covid-19 telah mengubah pola perilaku konsumen di seluruh dunia. Penelitian yang berjudul Digital: A Spotlight on the New Consumer ini menjelaskan implikasi potensial pandemi terhadap ekonomi global, bisnis, dan pekerjaan.

 

Terkait

Dijelaskan krisis telah mempengaruhi konsumen dalam enam cara penting, seperti penurunan daya beli, peralihan minat berbelanja secara daring, hingga penurunan loyalitas konsumen terhadap produk tertentu. Para peneliti juga mengamati fokus yang lebih besar konsumen pada produk-produk kesehatan dan kebersihan. Pergeseran tersebut tampaknya akibat dari adopsi digital hampir di semua platform penjualan.

Baca Juga

"Krisis saat ini telah memberi kami sedikit gambaran tentang apa yang berpotensi menjadi masa depan kami," kata Mitra Senior dan Ketua Praktik Digital dan Analitik McKinsey di Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika Utara Joydeep Sengupta, dikutip di Arab News, Selasa (10/11).

"Interaksi digital manusia telah mengambil alih interaksi antarmanusia," katanya.

Sengupta mengatakan virus corona dan kebijakan pembatasan total (lockdown) semakin memperkuat kebiasaan belanja digital ini, yang akhirnya memaksa seluruh institusi untuk beradaptasi. “Adopsi teknologi digital oleh konsumen semakin mendorong dan mempercepat tren,” katanya.

Dalam studi yang dilakukan pertengahan 2020 ini menemukan meski lebih dari setengah responden Arab Saudi mengaku mengalami kesulitan finansial selama pandemi. Namun, 61 persen responden yakin ekonomi akan segera pulih.

Meski sebagian besar konsumen Saudi mengharapkan pendapatan dan tabungan mereka segera kembali stabil, semakin banyak yang percaya perubahan pada rutinitas mereka yang disebabkan Covid-19 akan bertahan lebih dari dua bulan ke depan.

Banyak warga Saudi yang disurvei mengatakan mereka lebih fokus pada kemasan yang sehat dan higienis dan menilai perusahaan tempat mereka membeli berdasarkan cara mereka memperlakukan karyawan mereka. 

“Dalam hal kesehatan dan kesejahteraan, kami melihat konsumen secara keseluruhan menjadi jauh lebih sadar,” kata Abdellah Iftahy, mitra dan pemimpin praktik konsumen dan ritel McKinsey di Timur Tengah. 

Selain menjadi lebih sadar tentang kesehatan, 52 persen konsumen Saudi mengatakan mereka menjadi lebih berhati-hati tentang bagaimana mereka membelanjakan uang mereka. Banyak yang mengadopsi kebiasaan seperti membuat daftar belanja dan melakukan penghitungan sebelum melakukan pembelian.

"Kami melihat hari ini, dan kami akan melihat ke depan, konsumen yang semakin sadar tentang pengeluaran mereka dan memikirkan nilai uang sebagai kriteria utama pengambilan keputusan," kata Iftahy.

“Jelas, seluruh peralihan ke online dan digital benar-benar merupakan tren besar yang akan terus ada. Banyak perusahaan telah melihat beberapa dari target 10 tahun mereka tercapai dalam beberapa minggu, dan beberapa tren ini telah dipercepat secara besar-besaran berkat (mode) dan teknologi digital,” katanya.

Warga Saudi dianggap paling waspada dalam hal aktivitas seperti pergi ke acara besar atau ke gym. Sekitar 70 persen konsumen Dewan Kerja Sama Negara Arab di Teluk (GCC) mengatakan mereka enggan kembali ke aktivitas di luar rumah yang telah mereka hadiri sebelum pandemi. Tren ini semakin mengintensifkan pengadopsian gaya hidup serba digital.

Sumber: https://www.arabnews.com/node/1760691/business-economy

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini