Senin 23 Nov 2020 23:33 WIB

Obyek Wisata Out Door di Banyumas Diizinkan Beroperasi

Pengelola juga telah menyiapkan fasilitas cuci tangan yang cukup banyak.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Muhammad Fakhruddin
Obyek Wisata Out Door di Banyumas Diizinkan Beroperasi. Lokawisata Baturraden
Foto: Wikipedia
Obyek Wisata Out Door di Banyumas Diizinkan Beroperasi. Lokawisata Baturraden

IHRAM.CO.ID,PURWOKERTO -- Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penutupan obyek wisata akan dilakukan secara bertahap. Sadewo menyambung pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein yang akan menutup seluruh obyek wisata menyusul tidak terkendalinya Covid 19. 

''Kita akan pilah, mana yang harus ditutup dan mana yang tetap diizinkan beroperasi. Obyek wisata yang telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kemungkinan akan tetap diizinkan beroperasi. Terutama untuk obyek wisata out door atau obyek wisata alam,'' jelas Sadewo, Senin (23/11).

Menurutnya, obyek wisata out door yang dikelola Pemkab Banyumas, selama ini sudah  menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti obyek wisata Baturraden, jumlah pengunjung juga sangat dibatasi untuk menjaga jarak. ''Obyek wisata Baturraden itu memiliki kapasitas pengunjung hingga 10.000 orang. Namun selama masa pandemi, pengunjung hanya dibatasi hanya 3.000 per hari,'' jelasnya.

Lebih dari itu, pengelola juga telah menyiapkan fasilitas cuci tangan yang cukup banyak. Bahkan pembelian tiket, juga dilakukan secara non tunai, untuk menghindari kontak antara pengunjung dan petugas.

 

Wabup juga menyebutkan, setelah sempat ditutup selama tiga bulan pada masa awal pandemi, aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi obyek wisata juga sudah mulai menggeliat. ''Pedagang kuliner dan cendera mata yang sebelumnya terpuruk, mulai aktif lagi. Kasihan mereka bila tiba tiba ditutup lagi. Bisa-bisa kita diprotes mereka,'' katanya.

Dia menyatakan, kalau pun dilakukan tindakan penutupan, akan lebih difokuskan pada obyek wisata yang selama ini tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Termasuk juga tempat hiburan seperti rumah karaoke dan bioskop yang sebelumnya memang sempat diberikan izin dibuka kembali.

''Kalau tempat tempat hiburan seperti karaoke dan bioskop, resikonya memang cukup tinggi karena bersifat indoor. Sebaiknya, aktivitas tempat hiburan seperti ini memang ditunda dulu,'' katanya.

Bupati Achmad Husein, sebelumnya menyatakan akan menutup lagi seluruh obyek wisata di wilayahnya. Hal ini menyusul wabah Covid 19 yang sudah terkendali. Dia menyebutkan, sepanjang Bulan November 2020 ini saja, di wilayahnya ada sebanyak 554 pasien baru Covid 19. ''Dengan jumlah temuan ini, berarti setiap hari ada tambahan 23-24 pasien baru,'' katanya.

Selain itu, kata Husein, jumlah pasien Covid 19 yang meninggal juga sangat tinggi. Selama November 2020, pihaknya mencatat ada sebanyak 21 pasien terkonfirmasi positif yang meninggal. ''Setiap hari, saya mendapat laporan ada 2-3 orang yang meninggal akibat Covid 19,'' katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement