66 Situs Baru Ditambahkan Dalam Daftar Warisan Dunia Islam

Ahad , 13 Dec 2020, 09:20 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Muhammad Hafil
66 Situs Baru Ditambahkan Dalam Daftar Warisan Dunia Islam. Foto: Arab Saudi membuka kembali situs warisan alam AlUla pada akhir Oktober.
66 Situs Baru Ditambahkan Dalam Daftar Warisan Dunia Islam. Foto: Arab Saudi membuka kembali situs warisan alam AlUla pada akhir Oktober.

IHRAM.CO.ID, RABAT -- Badan Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) telah menambahkan 66 situs budaya baru ke dalam Daftar Warisan Dunia Islam.

 

Terkait

Dilansir dari laman Arab News pada Ahad (13/12), sebanyak dua puluh dua dari situs tersebut terletak di Uni Emirat Arab (UEA), Afghanistan, Palestina, Yaman, Maroko dan Oman, telah ditambahkan ke dalam Daftar Warisan Dunia Islam. Sedangkan 44 situs lainnya, terletak di Palestina, Oman, Irak, Burkina Faso, Yordania dan Kuwait.

Baca Juga

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (11/12), ISESCO menunjukkan bahwa keputusan ini diambil selama sesi virtual luar biasa ketiga dari Komite Warisan Dunia Islam, yang diadakan pada Kamis (10/12).

Panitia mengeluarkan beberapa rekomendasi, termasuk mengadopsi inisiatif ISESCO terkait perayaan bulan Warisan Dunia Islam setiap tahun. Langkah tersebut akan melibatkan mempercayakan Sekretariat Jenderal dengan pembentukan badan untuk memeriksa sejauh mana kerusakan situs warisan dan lembaga budaya di provinsi Nagorno-Karabakh Azerbaijan.

Program khusus akan ditetapkan untuk warisan budaya digital sebagai bagian dari Program "Roads to the Future" ISESCO.

Di samping itu, setiap tahunnya, Badan Budaya ISESCO memilih tiga kota dari Afrika, Asia dan Timur Tengah sebagai ibu kota budaya Islam. Penyeleksian itu mencangkup signifikansi kontemporer dan historis budaya, arsitektur dan seni daerah, serta kontribusinya terhadap Islam.

Pada 2005, salah satu kota tertua di dunia yang diperkirakan berusia lebih dari 8.000 tahun, Aleppo dipilih menjadi salah satu ibu kota budaya Islam. Meski, keberadaannya mulai memudar pada abad ke-17, sejak Damaskus menggantikannya sebagai ibu kota Suriah pada 1946. Namun, peran penting Aleppo sebagai jalur perdagangan tetap menjadi warisan budaya yang langgeng, dengan beberapa situs arsitektur yang paling menakjubkan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini