Saran Ulama Salaf untuk Haji yang Kedua Kalinya

Kamis , 17 Dec 2020, 11:14 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Saran Ulama Salaf untuk Haji yang Kedua Kalinya (ilustrasi)
Saran Ulama Salaf untuk Haji yang Kedua Kalinya (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Abu Thalhah Muhammad Yunus Abdussttar dalam kitabnya "Kaifa Tastafidumi min al-Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa al-Muqim Ahwal an-Nabi fi al-Hajj" mengisahkan, seperti dikutip dalam kitab Anwar al-Hujaj fi Asrar al-Hijaj, Imam bin Sulthan al-Hurawi al-Makki menyebutkan. "Ada seseorang mendatangi salah seorang ulama salaf. Orang itu berkata 'Aku ingin melaksanakan haji'."

 

Terkait

Ulama salaf itu bertanya. "Beberapa uang yang kamu miliki?" 

Orang itu menjawab, "Dua ribu dirham." 

Ulama salaf itu kembali bertanya, "Apakah kamu pernah menunaikan ibadah haji?"

Orang itu menjawab," Ya,pernah."

Ulama salaf berkata. "Aku tunjukkan ibadah yang lebih baik daripada haji. Yaitu, lunaskanlah hutang orang yang sedang berhutang, dan berilah kelapangan kepada orang yang sedang kesulitan." 

(Orang itu hanya terdiam).

Ulama salaf itu bertanya, "Ada apa denganmu?"

Orang itu menjawab.  "Aku hanya ingin melaksanakan ibadah haji."

Ulama salaf berkata "Sesungguhnya kamu hanya ingin pergi dan kembali, serta ingin dikatakan bahwa dirimu telah melaksanakan ibadah haji."

Diriwayatkan, ada seseorang yang berbudi pekerti baik dan bermimpi. Dalam mimpinya itu amalan haji ditampakkan kepada Allah. Ada yang berkata, "Itu adalah si Fulan." 

Allah berfirman, "Dia ditetapkan telah melakukan ibadah haji."

Ada yang bertanya."Bagaimana dengan si Fulan?"

Allah menjawab. "Dia telah ditetapkan sebagai pedagang (ketika melaksanakan haji)" sampai akhirnya sampai gilirannya. 

Allah berfirman. "Dua tercatat sebagai pedagang di sana."

Ia berkata, "Mengapa demikian? Aku bukanlah pedagang?" Allah menjawab, "Tidak, akan tetapi kamu membawa mutiara, kemudian kamu jual kepada penduduk Makkah." 

Allah berfirman dalam surah al-Anfal ayat 47 "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud pamer kepada manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah. Dan ilmu Allah meliputi apa yang mereka kerjakan."

Dalam kitab Tanwir al-Adzhan dikatakan, bawah pada ayat di atas terdapat ancaman terhadap amal perbuatan buruk(saat haji), khususnya sikap angkuh dan pamer. Di mana yang baik berusaha ditampakkan, sedangkan yang buruk disembunyikan. Ini adalah sifat yang tercela bagi jiwa seseorang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini