Selasa 22 Dec 2020 08:59 WIB

Eropa Desak Israel Izinkan Pasokan Medis Masuki Palestina

24 Parlemen Eropa desak Israel izinkan pasokan medis masuk Palestina

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Subarkah
Suasana Gaza di tengah pandemiCovid-19.
Foto: google.com
Suasana Gaza di tengah pandemiCovid-19.

IHRAM.CO.ID,  JENEWA --- Sebanyak 24 anggota Parlemen Eropa (MEP) termasuk ketua delegasi untuk hubungan dengan Palestina, Manu Pineda menandatangani petisi yang meminta pemerintah Israel menghentikan pengepungan di Gaza.

Dalam petisi yang digagas Euro-Mediterranean Human Rights Monitor (Euro-Med) yang berbasis di Jenewa itu para anggota parlemen juga mendesak Israel mengizinkan agar pasokan medis Covid-19 masuk ke Gaza mengingat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini di daerah kantong pesisir.

Seperti dilansir Iqna.ir pada Selasa (22/12) para anggota parlemen mengungkapkan keprihatinannya dengan lonjakan  kasus Covid-19 di Jalur Gaza. Mereka menyebut itu sebagai situasi luar biasa di Gaza yang harus segera memerlukan tindakan untuk pasokan obat-obatan, alat pelindung, masker, dan unit ICU ke wilayah itu.

Coronavirus: Gaza prepares for worst amid blockade, lack of resources |  Middle East Eye

 

Petisi itu dikeluarkan bersama berisi begini:

“Hari ini jumlah kasus Covid-19 menyebar seperti api di kamp-kamp pengungsi di Gaza. Kami menyerukan kepada masyarakat.internasional untuk segera mengakhiri  pengepungan Gaza, mengizinkan pasokan medis dan mengalokasikan vaksin untuk Jalur Gaza, tempat banyak orang akan segera meninggal. Pemerintah Israel harus mengakhiri pengepungannya di Gaza sekarang, dan WHO harus memastikan warga Palestina memiliki akses ke perawatan kesehatan yang layak," kata Ketua Monitor Euro-Med, Ramy Abdu.

"Situasi di Gaza tidak lagi dapat diterima dan kami berterima kasih kepada anggota parlemen atas sikap mereka untuk mengakhiri pengepungan dan membantu warga Palestina saat pandemi menyebar," tambahnya.

Saat ini Gaza kekurangan 32 persen obat dasar dan 62 persen obat laboratorium. Rumah sakit di Gaza pun kehabisan kapasitas. Jalur Gaza pun sudah tidak dapat lagi mengatasi ribuan kasus Covid-19 yang terus bermunculan setiap harinya.

Petisi yang ditandatangani oleh Parlemen Eropa itu juga mencatat bahwa pasien Palestina yang sakit melewati proses yang panjang untuk menyeberangi perbatasan ke Israel dan Mesir. Banyak dari mereka meninggal saat menunggu izin keluar.

Selain itu banyak fasilitas kesehatan hancur selama konflik berulang. Karena itu parlemen mengatakan perlu  intervensi internasional untuk menyelamatkan segera warga Palestina.

"Gaza adalah salah satu tempat terpadat di dunia. Jumlah kasus Covid-19 yang meroket menunjukkan kepadatan ini," bunyi petisi itu.

Petisi Euro-Med Monitor juga meminta Uni Eropa untuk segera mengirimkan bantuan medis ke Jalur Gaza melalui WHO karena hampir 90 persen ruang ICU Gaza ditempati oleh pasien Covid-19. Parlemen Eropa meminta pemerintah Israel untuk segera mencabut blokade Gaza dan mengizinkan bantuan medis yang sangat dibutuhkan.

Parlemen Eropa meminta semua pihak yang terlibat konflik di Gaza untuk menyelamatkan warga sipil dari penderitaan Covid-19 dan mengesampingkan perbedaan mereka. Petisi tersebut diakhiri dengan menyerukan kepada Kementerian Kesehatan Palestina untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat dan WHO di Gaza, dengan meningkatkan anggaran kesehatan Gaza untuk memerangi Covid-19.

Selain itu parlemen Eropa meminta UE untuk bekerja dengan negara-negara besar dan PBB untuk memastikan bahwa Gaza  memperoleh bagian dari vaksin Covid-19.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement