Rabu 23 Dec 2020 05:55 WIB

Kanada Sumbang 70 Juta Dolar untuk UNRWA

Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap selama tiga tahun.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
 Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Philippe Lazzarini
Foto: AP/Bilal Hussein
Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Philippe Lazzarini

IHRAM.CO.ID, OTAWWA -- Pemerintah Kanada akan memberikan bantuan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Besaran bantuan sekitar 70 juta dolar AS atau atau hampir Rp 1 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap selama tiga tahun.

"Dukungan ini akan membantu menanggapi meningkatnya kebutuhan pengungsi Palestina yang rentan di lima wilayah operasi UNRWA (Tepi Barat, Gaza, Suriah, Lebanon dan Yordania)," kata Kementerian Luar Negeri Kanada dalam sebuah pernyataan pada Senin (21/12), dikutip laman Times of Israel.

Bantuan tersebut akan memungkinkan lebih dari setengah juta anak-anak pengungsi Palestina menerima pendidikan berkualitas. Selain itu, dana itu dapat membantu membiayai 140 klinik kesehatan dasar serta menyediakan tempat tinggal dan makanan bagi para pengungsi.

“Kebutuhan pengungsi Palestina tidak dapat disangkal, terutama selama pandemi global: Mereka menghadapi tingkat kemiskinan yang tinggi, ketidakamanan pangan dan pengangguran,” kata Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould.

 

Pada 2016-2019, Kanada mengucurkan dana sekitar 85 juta dolar AS untuk UNRWA. Pada April lalu, negara tersebut pun memberi sumbangan sebesar satu juta dolar AS kepada Palestina untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19.

Israel telah lama mendorong penutupan UNRWA. Menurutnya badan tersebut membantu melanggengkan konflik dengan Palestina. Israel mengkritik metode UNRWA yang turut menghitung keturunan pengungsi sebagai bagian dari pengungsi Palestina.

UNRWA menghadapi krisis finansial sejak Amerika Serikat (AS) menghentikan donor rutinnya untuk badan tersebut pada 2018. Washington merupakan penyumbang terbesar UNRWA dengan rata-rata kontribusi 300 juta dolar AS per tahun.

Pada Juli lalu Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengungkapkan saat ini badan yang dipimpinnya mengalami kesenjangan pendanaan sebesar 335 juta dolar AS.

“Kami berada dalam kegelapan dan saya tidak tahu apakah kami akan dapat melanjutkan operasi UNRWA sampai akhir tahun ini,” kata dia, dikutip laman kantor berita Palestina WAFA.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement