9 Amalan Nabi Muhammad Memuliakan Ibadah Haji

Jumat , 25 Dec 2020, 06:50 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Ani Nursalikah
9 Amalan Nabi Muhammad Memuliakan Ibadah Haji
9 Amalan Nabi Muhammad Memuliakan Ibadah Haji

Keempat, Nabi Muhammad, mandi sebelum memasuki kota Makkah untuk menghilangkan kecapaian dan kekusutan akibat perjalanan. Kemudian ketika memasuki Masjidil Haram, dia memulai dengan melakukan tawaf.

 

Terkait

Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Nafi ra, "Apabila Ibnu Umar ra datang ke kota Makkah dia selalu menginap di Dzi Thuwa (suatu kawasan sebelum kota Makkah) hingga pagi hari lalu dia mandi dan baru memasuki Makkah ketika hari sudah siang." (HR.Muslim).

Kelima, Nabi selalu menyempatkan diri berada di depan Hajar Aswad tanpa beralas kaki, menciumnya, bersujud dan menangis di depannya, mengusap di bagian rukun Yamani. Suwaid bin Ghafalah ra menceritakan, "Aku melihat Umar selalu mencium Hajar Aswad dan dia mengatakan aku melihat Rasulullah melakukan hal ini. (HR Muslim).

Keenam, Nabi Muhammad, sholat di belakang maqam Ibrahim lalu memulai Sai dari bukit Safa. Nabi berzikir dan berdoa di sana, dan kemudian di bukit Marwah, hal ini sebagaimana terdapat dalam sebuah hadis panjang riwayat sahabat Jabir ra dia berkata Rasulullah lalu menuju ke makam Ibrahim dan membaca.

"Dan jadikanlah sebagai maqam Ibrahim tempat sholat (Al Baqarah 125).

Kemudian dia keluar menuju bukit Shafa, dan setelah dekat dia membaca. "Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syariat Allah." (Al-Baqarah ayat 58).

Nabi berkata aku memulai dengan apa yang Allah mulai, maka Nabi memulai dari bukit Safa, setelah sampai di atas sehingga melihat Ka'bah dia menghadap kiblat seraya bertakbir dan bertahlil dengan membaca doa Sai. "Lailahailallah wahdahula syarikalah...."

 

 

Kesembilan, nabi memuliakan waktu-waktu dan tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji titiknya bersabda dalam khutbah di Arafah sesungguhnya darah dan harta kalian adalah terhormat sebagaimana kehormatan hari kalian ini di bulan kalian ini di negeri kalian ini, (HR Muslim). Dalam sabda yang lain, sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan hari Qurr 11 Dzulhijah (HR Abu Daud).