Kabul: Pengurangan Pasukan AS di Afgahnistan Tak Berdampak

Ahad , 17 Jan 2021, 09:13 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Pemimpin politis top Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (ketiga dari kiri) bersama delegasi Taliban lainnya tiba untuk melakukan pembicaraan di Moskow, Rusia, 28 Mei 2019.
Pemimpin politis top Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (ketiga dari kiri) bersama delegasi Taliban lainnya tiba untuk melakukan pembicaraan di Moskow, Rusia, 28 Mei 2019.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD: Dewan Keamanan Nasional Afghanistan mengatakan pada hari Sabtu kemarin (17/1), bahwa pengurangan pasukan AS di negara itu tidak berdampak besar pada situasi keamanan, karena Washington mengumumkan telah mencapai tujuannya untuk mengurangi jumlah pasukan menjadi 2.500.

 

Terkait

Pentagon mengkonfirmasi pengurangan pasukan AS pada hari Jumat sesuai dengan janji pemerintahan Presiden Donald Trump November untuk memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari.

Pengurangan pasukan berarti level terendah pasukan Amerika di Afghanistan sejak 2001, ketika AS menginvasi negara itu dan menggulingkan Taliban yang memerintah Afghanistan sejak 1996.

"Pengurangan atau peningkatan pasukan Amerika tidak memiliki dampak negatif yang besar pada situasi pertempuran di Afghanistan," kata Maulvi Rahmatullah, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, dalam tanggapan video terhadap pengumuman Pentagon.

Namun, wakil presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC pada hari Jumat bahwa "penarikan tersebut berisiko lebih banyak kekerasan di negara yang tidak stabil".

Dia menambahkan bahwa misi Amerika, yang dimulai 20 tahun lalu, belum tercapai dan bahwa AS telah membuat kesalahan dengan terlalu banyak menyerahkan diri kepada Taliban.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini