Doa Umar bin Khattab di Depan Hajar Aswad

Senin , 01 Feb 2021, 07:38 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Doa Umar bin Khattab di Depan Hajar Aswad. Foto ilustrasi: Suku Qurays dan untanya serta kabah (ilustrasi)
Doa Umar bin Khattab di Depan Hajar Aswad. Foto ilustrasi: Suku Qurays dan untanya serta kabah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Umar bin Khattab RA sahabat Rasulullah terkenal teguh keimanannya. Setelah memeluk Islam, Umar begitu anti dengan kemusyrikan sekalipun itu banyak diagungkan banyak orang muslim seperti halnya Hajar Aswad.

 

Terkait

Al-Muttaqi Al-Hindi dalam kitabnya Kanzul Ummal, menuliskan ada sebuah hadits, bahwa apabila Umar ra sampai di Hajar Aswad, ia akan berkata.

Baca Juga

"Aku bersaksi bahwa kamu hanyalah sebuah batu, tidak bisa memberi manfaat dan kerugian."

"Rabbku adalah dia yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Kalau aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu dan memegangmu, aku tidak akan menciummu dan memegangmu."

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ketika Umar ra mencium Hajar Aswad ia berkata.

"Dengan nama Allah SWT dan Allah Maha Besar atas Hidayah yang telah dikaruniakan kepada kita. Tiada yang patut disembah selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu baginya. Saya beriman kepada Allah SWT, dan saya ingkar terhadap Jibti, Thogut, Latta dan Uzza serta apa-apa yang diseru selain Allah SWT dan sesungguhnya penolongku, hanyalah Allah SWT yang telah menurunkan Alquran dan Dia adalah sebaik-baik penolong bagi orang-orang yang soleh."

Dalam doa Umar ini, kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi Umar menjelaskan bahwa ia telah bebas dari segala macam kemusyrikan. Dari keterangan di atas jelaslah bahwa bertawaf di Baitullah dan mencium Hajar Aswad tidak mempunyai persamaan dengan menyembah berhala.

Pertama, karena tawaf dan sebagainya adalah untuk menyempurnakan perintah Allah SWT sedangkan mengelilingi patung atau menyembah patung tidak diperintahkan oleh Malikul Mulk. Kedua Ka'bah dan Hajar Aswad tidak mempunyai hubungan dan disebut dengan selain Allah SWT karena ia adalah rumah Allah SWT.

"Berbeda dengan berhala, karena ia berhubungan dengan selain Allah SWT jelaslah bahwa mengelilingi dan menyembahnya adalah kesyirikan," katanya.

Adapun perkataan Ali ra bawa Hajar Aswad memberi faedah, yaitu berupa kesaksian pada hari kiamat memang benar. Bayangkan kata Maulaka Zakariyya, ketik di dunia ini saja, bila kita sedang dalam pengadilan dan ada orang yang memberi kesaksian bagi pihak kita, tentu itu merupakan keuntungan yang besar.

Akan tetapi sesuatu yang memberikan manfaat kepada kita mesti kita sembah itu salah. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa di mana saja suara muadzin sampai; maka semua benda, baik yang basah atau yang kering akan memberikan kesaksian baginya pada hari kiamat.

"Akan tetapi bukan berarti benda-benda itu mesti patut disembah," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini