Badan Sertifikasi Halal Meksiko Target Masuk Pasar Indonesia

Selasa , 23 Feb 2021, 14:11 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Daging halal
Daging halal

Pada 2017, Presiden Enrique Peña Nieto mengungkapkan keprihatinannya atas sikap Donald Trump dalam perdagangan dengan Meksiko. Ia lantas mengembangkan rencana besar untuk mendiversifikasi portofolio pasar negaranya dari ketergantungan pada pembeli AS dan menumbuhkan ekspor halal, yang menargetkan negara-negara mayoritas Muslim.

 

Terkait

Namun, Kusumo menyebut ketika Andrés Manuel López Obrador terpilih untuk menjabat pada Desember 2018, subsidi untuk sertifikasi halal ini dihapus.

Menurut badan pemerintah, ProMéxico, Kementerian Pertanian Meksiko hanya mendukung lembaga Instituto Halal yang bermarkas di Spanyol. Mereka memberikan diskon antara 30 hingga 50 persen untuk biaya sertifikasi halal tahunan, dengan nilai sebesar 2.000 hingga 3.000 Euro atau Rp 34,3 juta hingga 51,5 juta.

Selain itu, Obrador menutup ProMéxico, selaku salah satu organisasi di balik Strategi Nasional untuk Peningkatan Ekspor Meksiko ke Pasar Halal Global 2016-2018.

Dalam lima tahun setelah keputusan itu, pengiriman daging dan hewan hidup ke negara-negara mayoritas Muslim turun drastis. Dari sekitar 1,3 juta dolar AS pada 2015 menjadi 394.000 dolar AS pada 2018, dan nol pada 2019.

Sementara itu, ekspor daging Meksiko ke AS melonjak. Terjadi peningkatan permintaan tahun lalu karena industri daging AS berjuang dengan pandemi Covid-19. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) melaporkan hal ini mengakibatkan penutupan pabrik, terutama selama Maret dan April 2020.

Kusumo mengindikasikan sektor swasta Indonesia melihat impor daging halal Meksiko di wilayah 60.000 - 180.000 ton per tahun. Pengiriman pertama sekitar 18.000 ekor sapi saat ini sedang dinegosiasikan, sebagai bagian dari kesepakatan potensial 500.000 sapi setahun.

Menurut Kusumo, Singapura juga telah menyatakan minatnya pada 46 hingga 50 kontainer daging Meksiko sebulan. Terutama pada ekspor daging sapi dan domba bersertifikat halal.

Saat ini Meksiko sedang melihat peningkatan dalam industri daging. Kusumo memiliki alasan untuk melihat potensi ekspor secara positif.

Menurut Departemen Pertanian AS, berkat praktik yang lebih baik, Meksiko berada dalam posisi yang baik untuk meningkatkan produksi dagingnya, dari 2,09 juta metrik ton pada tahun 2020 menjadi 2,15 juta metrik ton tahun ini.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB menyebut terbatasnya ketersediaan hewan untuk disembelih di Australia dan Brasil, serta masalah pasokan di India disebut berkontribusi pada kontraksi produksi.

Ketiga negara ini diketahui mendominasi impor daging sapi Indonesia, berdasarkan nilai dolar pada 2019. Menurut Peta Dagang ITC PBB, Australia dan India berada di posisi pertama dan kedua, sementara Brasil di posisi kelima setelah AS dan Selandia Baru. Secara volume, India mencatat pangsa 48,7 persen dan Australia 39,3 persen.

Pasar sumber utama Indonesia untuk hewan hidup dan daging adalah Australia. Namun, negara ini mengalami penurunan tajam pada ternak nasional, sebagai akibat dari kebakaran semak yang menghancurkan pada awal tahun 2020.

Menurut FAO, upaya pembangunan kembali kawanan pertanian maupunpeternakan telah memangkas produksi sekitar 14 persen, menjadi 2,1 juta ton.

Meskipun negara persemakmuran ini memiliki akses bebas bea ke Indonesia untuk 575.000 sapi hidup setahun di bawah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia – Australia (IA – CEPA), yang ditandatangani pada Maret 2019, Australia sedang berjuang untuk memenuhi angka tersebut, yang membuat Indonesia dalam posisi sulit.