Cara Nabi Muhammad Mengajarkan Manasik Haji untuk Keluarga

Kamis , 18 Mar 2021, 09:22 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Cara Nabi Muhammad Mengajarkan Manasik Haji untuk Keluarga. Foto: Mencintai Nabi Muhammad SAW (ilustrasi)
Cara Nabi Muhammad Mengajarkan Manasik Haji untuk Keluarga. Foto: Mencintai Nabi Muhammad SAW (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Nabi Muhammad sangat memperhatikan pengajaran hukum ibadah haji kepada keluarganya, agar ibadah mereka bersih dan sah. Bukti bukti akan hal ini dituliska Abu Thalah Muhammad Yunus Abdussatar dalam kitabnya 'Kaifa Tastafidu min al-Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa al-Muqim'.

 

Terkait

Hadits riwayat Ummu Salamah yang mengatakan, aku mendengar Rasulullah bersabda. "Wahai keluarga Muhammad, bertalbiyah untuk melakukan umroh di bulan Haji. (HR. Ahmad).

Baca Juga

Demikian pula sabda Nabi kepada Aisyah pada saat dia datang bulan sebelum sempat thawaf mengelilingi Ka'bah. "Kerjakanlah amalan sebagaimana orang yang berhaji hanya saja jangan thawaf mengelilingi Ka'bah." (HR. Muslim). Begitu juga nasihatnya kepada keturunan Bani Abdumuthalib pada malam Muzdalifah, "Janganlah kalian melempar jumroh kecuali jika matahari telah terbit. (HR Tirmidzi).

Abu Thalhah mengatakan, Nabi tidak saja memahamkan mereka dengan pengarahan langsung ke mana pun juga mengajak mereka bicara dan menjawab pertanyaan mereka. Hal ini seperti ditunjukkan oleh hadis Hafsah yang berkata, bahwa Nabi memerintahkan para istrinya untuk bertahalu pada Haji Wada. Dia bertanya pada nabi, "Lalu Mengapa engkau tidak bertahalul?" Jawab nabi aku telah menandai hewan sembelihanku, maka aku tidak bertahalu kecuali setelah aku menyembelih hewan."(HR Bukhari).

Demikian pula hadits riwayat Ali yang menceritakan bahwa Abbas bertanya kepada nabi. "Wahai Rasulullah Mengapa engkau belokan leher anak pamanmu?"

Nabi menjawab, "Aku lihat Pemuda dan Pemudi Saling pandang titik Aku khawatir setan akan menjerumuskan keduanya."(HR. Muslim).

Menurut Abu Thalah dalam kenyataan haji sekarang ini kita lihat kebodohan akan tujuan dan hukum hukum ibadah haji telah menyebar di tengah-tengah keluarga kita. Ini disebabkan oleh langkahnya orang yang menaruh perhatian terhadap pendidikan hukum agama kepada keluarganya, mencerdaskan mereka dengan hikmah dan tujuan ibadah haji, sebelum mereka melakukan ibadah haji. Atau menanggapi pertanyaan-pertanyaan mereka serta memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Abu Thalhah menyarankan, agar kita menjadi orang yang termasuk dalam kelompok utama ini, yaitu kelompok orang yang amalannya dapat mengangkat derajat di hadapan Allah SWT dan menjadikan manusia terbaik. Nabi bersabda.

"Orang yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku." (HR Tirmidzi).

"Lakukan petunjuk ini sebaik-baiknya, karena anda adalah memikul amanat dan pemimpin bagi mereka," kata Abu Thalhah.

Karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban dihadap Tuhan atas kepemimpinannya. Demikian ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpin....seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia adalah diminta pertanggungjawaban atas mereka. (HR Bukhari).

Jadi kata Abu Thalha, kita sebagai pemimpim memiliki suri teladan. Dan teladam yang baik adalah Rasulullah yang mulia yang memulai dakwah dan memberi peringatan kepada keluarganya terlebih dahulu, setelah itu kepada orang lain. Ini dalam rangka melaksanakan perintah Tuhan dalam FirmanNya surat as-syura ayat 214. "Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini