Wagub Jabar Ajak Kiai dan Ulama Ikut Sukseskan Vaksinasi

Jumat , 19 Mar 2021, 03:08 WIB Reporter :Lilis sri handayani/ Redaktur : Esthi Maharani
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

IHRAM.CO.ID, CIREBON --  Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi kiai dan ulama di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kabupaten Cirebon, Kamis (18/3). Dia pun  mengajak kiai dan ulama untuk turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

 

Terkait

Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan kiai dan ulama di antaranya dengan mengedukasi masyarakat terkait vaksin Covid-19. Vaksinasi itu termasuk salah satu ikhtiar dalam menangani pandemi Covid-19.

‘’Saya ingin menyampaikan bahwa Pak Kiai divaksin, jangan sampai ada anggapan bahwa vaksin itu mudarat,’’ ujar pria yang akrab disapa Kang Uu itu.

Menurut Kang Uu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mempercepat vaksinasi Covid-19. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jawa Barat sekitar 6,6 juta orang. Rinciannya, 4.403.984 lansia dan 2.195.215 petugas publik.

‘’Jika ketersediaan vaksin Covid-19 sudah aman, maka percepatan pelaksanaan vaksinasi akan terlaksana,’’ tukas Kang Uu.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengapresiasi kiai dan ulama yang telah menjadi contoh bagi masyarakat dengan turut menyukseskan program vaksinasi.

‘’Saya sampaikan terima kasih kepada para kiai dan ulama atas kesiapannya untuk divaksin, agar menjadi contoh kepada masyarakat Kabupaten Cirebon,’’ tutur Imron.

Imron menegaskan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan sudah mengeluarkan Emergency Use Authorization/EUA untuk vaksin Covid-19. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin Covid-19 suci dan halal.

‘’Vaksin ini halal dan aman. Kami berharap masyarakat Kabupaten Cirebon mau divaksin agar ekonomi di Kabupaten Cirebon kembali normal seperti sediakala,’’ tandas Imron.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini