Solusi Agar Indonesia Bisa Penuhi Syarat Haji Saudi

Selasa , 25 May 2021, 21:13 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang jemaah calon haji di Dumai, Riau, Selasa (20/4/2021). Sekitar 170 orang calon jemaah haji Dumai mendapatkan vaksinasi COVID-19 Sinovac tahap kedua untuk rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang jemaah calon haji di Dumai, Riau, Selasa (20/4/2021). Sekitar 170 orang calon jemaah haji Dumai mendapatkan vaksinasi COVID-19 Sinovac tahap kedua untuk rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.

Honesti mengatakan tentu hal tersebut harus mendapat pertimbangan tertentu dari para ahli. Namun, opsi tersebut bisa jadi pertimbangan untuk bisa dilakukan.Ia menuturkan saat ini Sinovac tengah dalam proses untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) dari WHO. Sementara Sinopharm, yang juga produksi China, telah mendapatkan EUL dari WHO baru-baru ini.

 

Terkait

"Kami kemarin masih komunikasi dengan Sinovac. Memang ada satu data lagi yang diminta WHO, tapi mereka optimis minggu pertama atau kedua Juni, mereka akan mendapat EUL dari WHO. Tentu kita berharap ini bisa kita komunikasikan dengan Pemerintah Saudi," katanya.

Honesti juga berharap upaya diplomasi bisa terus dilakukan Pemerintah RI agar Saudi bisa mempertimbangkan untuk meloloskan Sinovac sebagai vaksin yang diperbolehkan. Syarat tersebut jadi kendala besar bagi Indonesia yang punya jumlah jamaah haji terbesar di dunia.

 

"Tentu kami berkeyakinan Pemerintah Arab Saudi bisa memberikan kebijakan sehingga vaksin-vaksin yang sudah diberikan di Indonesia mungkin bisa jadi bagian dari vaksin yang diterima oleh Pemerintah Arab Saudi. Memang perlu ada diplomasi antarnegara untuk bisa memasukkan vaksin yang ada di Indonesia ke Arab Saudi," pungkas Honesti.