Pentingnya Ibu dan Anak Terbuka Bicarakan Menstruasi

Jumat , 28 May 2021, 10:10 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Pentingnya Ibu dan Anak Terbuka Bicarakan Menstruasi
Pentingnya Ibu dan Anak Terbuka Bicarakan Menstruasi

Sementara dari sisi remaja, terkadang merasa ragu tentang pengetahuan ibu mereka. Padahal, seperti diungkapkan sebelumnya, berbicara menstruasi itu penting.

 

Terkait

Data dari berbagai negara, salah satunya di Nigeria menunjukkan, walaupun pengetahuan reproduksi bagus, tetapi kualitas komunikasi yang buruk antara ibu dan anak menyebabkan tidak ada keterkaitan (attachment) satu sama lain tentang bagaimana membicarakan hal-hal terkait reproduksi. Selain itu, gara-gara komunikasi yang buruk, muncul kesalapahaman remaja tentang menstruasi ternyata mengurangi kualitas hidup, antara lain kesehatan dan kemandiriannya.

Di Indonesia, satu dari empat anak perempuan tidak pernah menerima informasi tentang menstruasi sebelum menarke sehingga saat menarke bingung harus melakukan apa. Di Pakistan, dua dari tiga anak perempuan tahu informasi menstruasi dari ibu.

Namun, hampir 40 persen tidak masuk sekolah akibat menarke atau menstruasi kali pertama dan hampir 60 persen tidak mandi ketika menstruasi, padahal dokter menyarankan perempuan haid tetap harus menjaga kebersihannya, termasuk mandi. "Ini menunjukkan ibu perlu punya informasi menstruasi yang benar," kata dia.

 

Padahal, ibu menjadi sumber informasi yang paling anak butuhkan. Data dari Ditjen Pengembangan Sekolah Dasar menunjukkan, lebih dari 90 persen anak perempuan percaya pada orang tua dan gurunya sebagai pemberi informasi. Menurut data itu, sumber informasi yang paling diharapkan ialah ibu, disusul teman atau saudara perempuan, guru di sekolah, petugas kesehatan dan buku atau film atau internet dan sebagainya.