Jumat 28 May 2021 23:25 WIB

Peminat KRL Solo-Yogyakarta Meningkat

Sepanjang bulan puasa lalu, KRL Yogyakarta-Solo melayani 121.417 orang

KRL komuter Jogja-Solo melintas di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Rabu (10/2). Mulai Rabu (10/2) KRL komuter Jogja-Solo resmi beroperasi secara penuh. Menggantikan KRD Prameks  yang sudah melayani masyarakat sejak 1994. Sebanyak 20 rute siap mengantar penumpang dari Jogja-Solo dan sebaliknya. Tarif yang harus dikeluarkan sebesar Rp delapan ribu untuk sekali jalan.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
KRL komuter Jogja-Solo melintas di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Rabu (10/2). Mulai Rabu (10/2) KRL komuter Jogja-Solo resmi beroperasi secara penuh. Menggantikan KRD Prameks yang sudah melayani masyarakat sejak 1994. Sebanyak 20 rute siap mengantar penumpang dari Jogja-Solo dan sebaliknya. Tarif yang harus dikeluarkan sebesar Rp delapan ribu untuk sekali jalan.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Peminat KRL rute Solo-Yogyakarta terus meningkat. "Sepanjang bulan puasa lalu, KRL Yogyakarta-Solo melayani 121.417 orang dengan pengguna terbanyak pada Sabtu (1/5) sebanyak 4.958 orang," kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba di Stasiun Solobalapan, Jumat (28/5).

Bahkan, dikatakannya, saat masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 layanan KRL Yogyakarta-Solo tetap beroperasi dengan 20 perjalanan/hari. Pihaknya mencatat di sepanjang 12 hari pemberlakuan masa peniadaan mudik, jumlah pengguna KRL Yogyakarta-Solo sebanyak 48.572 orang dengan pengguna terbanyak pada Senin (17/5) sebanyak 7.172 orang.

Baca Juga

"Angka ini turun sebesar 5,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 51.589 orang," katanya.

Bahkan, jika dilihat dari penjualan kartu multi trip (KMT) selama Lebaran untuk rute tersebut hampir mencapai 8.000 lembar. Menurut dia, dengan capaian tersebut artinya masyarakat antusias melakukan perjalanan dengan menggunakan KRL tersebut.

 

Ia mengatakan karena tingginya permintaan tersebut, rangkaian KRL yang awalnya hanya terdiri dari stamformasi (SF) empat kereta, untuk saat ini ditambah menjadi delapan/rangkaian."Ini karena meningkatnya antusiasme masyarakat tetapi di sisi lain ada pembatasan kapasitas.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement