Rabu 16 Jun 2021 16:12 WIB

Perundingan Damai Taliban dan Pemerintah akan Dilanjutkan

Pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban telah terhenti sejak April

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
 Pejabat keamanan Afghanistan berpatroli di sebuah desa setelah mereka membersihkan daerah militan Taliban di distrik Achin di provinsi Nangarhar, Afghanistan, 31 Mei 2021 (dikeluarkan 01 Juni 2021).
Foto: EPA-EFE/GHULAMULLAH HABIBI
Pejabat keamanan Afghanistan berpatroli di sebuah desa setelah mereka membersihkan daerah militan Taliban di distrik Achin di provinsi Nangarhar, Afghanistan, 31 Mei 2021 (dikeluarkan 01 Juni 2021).

IHRAM.CO.ID, KABUL – Perundingan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan dilanjutkan di Qatar pada Selasa. Ini merupakan pertemuan pertama mereka sejak pembicaraan terhenti pada April lalu. Perundingan ini menyusul diplomasi Perwakilan Khusus PBB Deborah Lyons dan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad di Doha untuk memulai proses yang hampir mati bulan ini.

“Malam ini, pertemuan diadakan antara dua kelompok dan diskusi komprehensif diadakan tentang organisasi dan pengaturan pembicaraan,” tulis tim perundingan perdamaian pemerintah Afghanistan dalam Twitter.

Juru bicara Taliban Muhamad Naeem juga mengunggah cicitan pernyataan serupa. Taliban telah membuat keuntungan besar di Afghanistan ketika AS bersiap untuk menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan pada September setelah 20 tahun perang.

Dilansir Al Arabiya, pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban telah terhenti sejak April ketika Taliban menolak untuk berpartisipasi dalam pertemuan di Turki tentang masa depan Afghanistan. Penarikan AS akhirnya akan mengakhiri perang terpanjang Amerika meskipun ada kekhawatiran yang meningkat akan kemenangan Taliban. Ada konsensus yang berkembang di Washington bahwa sedikit lagi yang dapat dicapai di Afghanistan yang dilanda konflik itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement