Khutbah Arafah: Pribadi Ihsan dan Tauhid

Senin , 19 Jul 2021, 20:32 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Peziarah mengambil gambar bentangan wilayah Namirah dan Lembah Uranah dari puncak Jabal Rahmah di Arafah, Makkah. Di lembah tersebut Rasulullah SAW diriwayatkan menyampaikan khutbah perpisahannya pada tahun ke-10 Hijriyah.
Peziarah mengambil gambar bentangan wilayah Namirah dan Lembah Uranah dari puncak Jabal Rahmah di Arafah, Makkah. Di lembah tersebut Rasulullah SAW diriwayatkan menyampaikan khutbah perpisahannya pada tahun ke-10 Hijriyah.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Khutbah Arafah, dari Masjid Namirah disampaikan oleh Fadhilatu Syaikh Dr. Bandar bin Abdul Aziz Balilah hafizhahullah, pada 9 Dzulhijjah 1442 Hijriah.

 

Terkait

"Segala puji bagi Allah Yang Maha Kaya Lagi Maha Mulia, pemilik kebaikan yang luas dan karunia yang besar. Dia memiliki kehendak ke jalan yang lurus. Kita memujinya atas anugrahnya yang terus menerus dan kebaikan-Nya yang berturut-turut. Aku bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah semata. Tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan solawat dan salam yang sempurna kepada Rasulullah, keluarga dan sahabat beliau, Amma Ba'du," kata Syaikh yang diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Melayu melalui laman Manaratalharamain pada Senin (19/7).

Baca Juga

Syaikh melanjutkan, menyeru kepada orang-orang yang beriman, agar bertakwa kepada Allah dengan mematuhi perintahNya. Maka niscaya mereka akan mencapai kemenangan yang besar dan menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, Sungguh Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Allah berfirman, Sesungguhnya perkara yang Allah perintahkan kepada hambanya adalah berbuat ihsan atau berbuat kebaikan.

"Allah berfirman, Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi bantuan kepada kerabat, seorang hamba beribadah kepada Allah dengan baik sebagaima Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits, ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah, dan apabila engkau tidak melihat maka Allah melihat engkau," kata Syaikh.

"Dan tingkatan ihsan yang paling agung adalah tauhid dan beribadah semata-mata kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana Dia berfirman, Dan barang siapa berserah diri kepada Allah sedang dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh, hanya kepada Allah kesudahan segala urusan," lanjut Syaikh.