Jamaah tidak Perlu Tes dan Isolasi Setelah Pulang Haji

Ahad , 25 Jul 2021, 21:05 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah tidak Perlu Tes dan Isolasi Setelah Pulang Haji. Jamaah haji Suriah, Safa, berdoa di depan bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, di Dataran Arafat, selama ziarah haji tahunan, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin, 19 Juli 2021.
Jamaah tidak Perlu Tes dan Isolasi Setelah Pulang Haji. Jamaah haji Suriah, Safa, berdoa di depan bukit berbatu yang dikenal sebagai Gunung Rahmat, di Dataran Arafat, selama ziarah haji tahunan, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin, 19 Juli 2021.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Jamaah haji yang pulang dari ibadah haji tidak perlu melakukan tes penyakit virus corona (Covid-19) atau melakukan isolasi pada saat kedatangan. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk Urusan Pencegahan Abdullah Asiri.

 

Terkait

"Beberapa jamaah haji tahun ini menanyakan perlunya tes Covid-19 atau isolasi sekembalinya ke keluarga,” kata Asiri, dilansir di Arab News, Ahad (25/7).

Baca Juga

“Karena semua jamaah haji mendapat vaksin, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan atau isolasi, kecuali mereka menunjukkan gejala penyakit virus corona dalam dua pekan pertama," ujarnya,

Sementara itu, 92 persen dari mereka yang mengatakan akan divaksinasi melakukannya. "Tiga motif terpenting yang membuat orang ragu untuk mengambil vaksin Covid-19 adalah, pertama, keyakinan dan dukungan keluarga setelah satu atau lebih anggota mengambil vaksin. Kedua, rasa tanggung jawab nasional dan sosial, dan terakhir, alasan ekonomi,” kata Asiri.

Menurut sebuah laporan oleh Kaiser Family Foundation berjudul Vaccine Monitor: In Their Own Words, Six Months Later, orang yang tidak mendapatkan vaksin adalah remaja karena keyakinan orang tua mereka, berpendidikan paling rendah dalam masyarakat, etnis minoritas, atau mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan.

“Ada tiga alasan utama menolak vaksin, takut akan efek samping, keraguan tentang kecukupan studi tentang vaksin, dan percaya tidak perlu vaksin,” kata Assiri.

Berbicara tentang varian delta, Assiri mengatakan, delta merumuskan kembali perhitungan kekebalan dari infeksi alami tidak lagi cukup dan melengkapi dua dosis vaksin telah menjadi kebutuhan. Dia menambahkan bahwa pandemi terburuk telah berakhir di negara-negara yang menyediakan vaksin untuk sebagian besar penduduknya.

“Kami tidak akan menyaksikan, Insya Allah, kembalinya gelombang penyakit parah dan kematian," ujarnya.

Jumlah total orang di Tanah Air yang hingga saat ini menerima suntikan Covid-19 mencapai 23.848.177 orang, termasuk 1.426.140 orang berusia lanjut. Sementara itu, Arab Saudi melaporkan 11 kematian terkait Covid-19 lagi pada Jumat, menjadikan jumlah keseluruhannya menjadi 8.141.

Ada 1.247 kasus baru, yang berarti 515.693 orang di negara itu kini telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 10.742 kasus tetap aktif, di mana 1.383 pasien dalam kondisi kritis.

Dari kasus baru, 263 berada di wilayah Riyadh, 211 di Provinsi Timur, 209 di wilayah Makah, dan 68 di wilayah Madinah. Selain itu, Kementerian Kesehatan mengatakan 1.160 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total yang sembuh di Kerajaan Arab Saudi  menjadi 496.810. Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 24.195.410 tes reaksi berantai polimerase (PCR), dengan 90.128 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak wabah pandemi Covid-19. Di antara mereka, pusat Taakad menyediakan tes Covid-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan atau hanya gejala ringan atau percaya mereka telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.

Klinik Tetamman menawarkan pengobatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus seperti demam, kehilangan rasa dan penciuman, dan kesulitan bernapas. Janji temu untuk kedua layanan dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini