Ahad 01 Aug 2021 20:46 WIB

Ibn al-Jazzar, Dokter yang Dikagumi Dunia (II-Habis)

Al-Jazzar terkenal dengan kesederhanaannya.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Ilmuwan Islam Al Kindi tengah sibuk dalam ekpresimennya.
Foto:

Sosok yang Sederhana dan tak Cinta Dunia

Al-Jazzar terkenal dengan kesederhanaannya. Saat wafat, ia meninggalkan warisan 24 ribu dinar dan dua puluh lima kuintal buku mengenai pengobatan dan mata pelajaran lainnya. Ia pernah menikah, tetapi tidak dikaruniai anak.

Al-Jazzar dikenal semasa hidupnya, mengabdikan diri mengobati penduduk asli di wilayah Kairouan. Beberapa dokter ingin berlomba sebagai dokter istana, sedangkan dia justru lebih memilih melayani masyarakat biasa. Ia juga tidak dekat dengan pemerintahan.

Ini seperti saat dia mengajarkan putra Cadhi al Nooman, al-Jazzar menolak menerima hadiah 300 mithkals (ukuran untuk uang emas). Saat praktik dia selalu memeriksa pasien dengan jam konsultasi tertentu.

Pelayannya Rashiq memberikan obat yang dibutuhkan bagi pasiennya secara gratis. Ia bekerja dengan profesional meskipun untuk rakyat biasa. Al-Jazzara buka praktik sesuai jam konsultasi dan ada jam khusus analisis masalah urine pasien. Setiap temuannya selalu dipelajari dan dipraktikkan.

(Baca Juga: Ibnu Al-Jazzari, Dokter yang Dikagumi Dunia Bagian Pertama)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement