Covid-19 Naik, Warga Korsel Diminta Kurangi Perjalanan

Jumat , 13 Aug 2021, 21:46 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Orang-orang yang mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona berdiri di bawah naungan kanopi saat mereka menunggu untuk menyeberang jalan di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 3 Agustus 2021.
Orang-orang yang mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona berdiri di bawah naungan kanopi saat mereka menunggu untuk menyeberang jalan di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 3 Agustus 2021.

IHRAM.CO.ID, SEOUL— Perdana Menteri Kim Boo-kyum mendesak warga Korea Selatan untuk meminimalkan perjalanan liburan dan meminta perusahaan untuk menunjukkan fleksibilitas dalam membiarkan karyawannya bekerja dari rumah.

 

Terkait

Desakan itu dikemukakan di tengah memburuknya gelombang keempat infeksi Covid-19 dan kekurangan vaksin di negara itu.

Baca Juga

Kim meminta masyarakat untuk meminimalkan perjalanan dan pertemuan dalam tiga hari ke depan dan mendesak mereka yang kembali dari tujuan liburan untuk dites Covid-19, terutama sebelum masuk kerja.

"Ada banyak kelompok infeksi dari tempat-tempat kerja baru-baru ini," kata Kim dalam pidato yang disiarkan televisi, Jumat (13/8).

"Pastikan karyawan yang kembali bekerja untuk memeriksa gejala seperti demam," imbuh dia. 

Di bawah aturan jarak sosial saat ini, pengusaha disarankan untuk meningkatkan fleksibilitas dengan 30 persen staf bekerja dari rumah.

Kim mengatakan pemerintah akan mengeluarkan perintah administratif untuk mengamankan sedikitnya 5 persen tempat tidur rumah sakit untuk kasus serius Covid-19 di 26 rumah sakit umum di Ibu Kota Seoul dan sekitarnya.

Penyebaran virus semakin cepat karena varian Delta yang sangat menular telah mendominasi infeksi di negara itu, dan pelacakan kontak pihak berwenang tidak dapat melacak penularan selama musim panas, puncak untuk warga Korsel melakukan perjalanan domestik.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 1.990 kasus baru Covid-19 pada Kamis (12/8), setelah melaporkan jumlah infeksi harian tertinggi 2.223 pada Rabu (11/8). Dari awal Juli kasus harian untuk pertama kalinya naik di atas 1.100, dan terus meningkat. 

Pemerintah mengatakan gelombang infeksi saat ini belum mencapai puncaknya.Sejauh ini, Korsel mencatat 220.182 total kasus Covid-19, dengan 2.144 kematian.

Vaksinasi prioritas untuk warga lanjut usia membantu negara itu menjaga tingkat kematiannya tetap rendah di 0,97 persen pada Kamis, tetapi pasien Covid-19 yang parah dan kritis telah meningkat, mendorong pihak berwenang untuk mengamanatkan rumah sakit untuk menyediakan lebih banyak tempat tidur ICU.

Korsel telah memberikan 42,8 persen dari 52 juta penduduknya dengan setidaknya satu dosis vaksin, sementara 17,4 persen penduduk telah divaksin penuh, berdasarkan data KDCA.   

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini