Selasa 24 Aug 2021 14:59 WIB

New Delhi Operasikan Menara Kabut Asap Perdana

Kipas di menara akan memompa 1.000 meter kubik udara per detik melalui filter.

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah
New Delhi Operasikan Menara Kabut Asap Perdana. Polusi udara di New Delhi, India.
Foto: AP Photo/R S Iyer
New Delhi Operasikan Menara Kabut Asap Perdana. Polusi udara di New Delhi, India.

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Menara kabut asap atau smog tower untuk pertama kalinya dibuka di Ibu Kota New Delhi, India, Senin (23/8). Ini ditujukan mengurangi polusi udara yang dinilai sebagai faktor utama penyebab ribuan kematian dini. 

Konsentrasi partikel kecil di udara New Delhi seringkali melebihi batas aman hingga 20 kali lipat. Jumlah ini dapat meningkat secara khusus di musim dingin ketika 20 juta orang di kota tersebut harus terpapar kabut asap berbahaya.

Baca Juga

Dengan menara asap yang diciptakan, ada 40 kipas raksasa di menara 25 meter yang akan memompa 1.000 meter kubik udara per detik melalui filter untuk mengurangi separuh jumlah partikel berbahaya dalam radius satu kilometer persegi. Biaya yang dihabiskan pemerintah untuk membangun benda ini mencapai dua juta dolar AS.

“Hari ini adalah hari besar bagi New Delhi dalam perjuangannya untuk udara bersih melawan polusi,” ujar Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal, dilansir The Strait Times, Selasa (24/8). 

 

Menurut Kejriwal, pemasangan menara asap sedang dilihat dengan cara ekperimental. Ia menyebut pihak berwenang akan menganalisis data, dan jika ini efektif akan lebih banyak menara kabut asap yang dibangun di New Delhi.

Meski demikian, sejumlah ahli merasa skeptis atas menara asap tersebut. Tak sedikit yang berkomentar bahwa biaya pembangunan yang mencapai 2 juta dolar AS sebenarnya akan lebih baik diarahkan untuk mengatasi sumber-sumber kabut asap yang terjadi di New Delhi selama ini.

Termasuk penyebab kabut asap di New Delhi adalah knalpot kendaraan, industri berat dan kecil, kegiatan konstruksi, pembakaran limbah dan bahan bakar. Sementara, di musim dingin pembakaran tanaman di daerah sekitar Ibu Kota.

“Ini adalah hal yang sia-sia dan pemborosan mutlak,” ujar Karthik Ganesan dari Dewan Energi, Lingkungan, dan Air.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat India memiliki 14 dari 15 kota paling tercemar di dunia. Sebuah studi pada 2020 di Lancet juga menemukan ada 1,67 juta kematian di negara itu yang disebabkan polusi udara pada 2019, termasuk hampir 17.500 diantaranya adalah di New Delhi.

Langkah India nampaknya mengikuti China yang pada 2018 membangun menara kabut asap setinggi 60 meter di Xian, kota dengan tingkat polusi tinggi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kota maupun wilayah lain di Negeri Tirai Bambu yang membuat benda serupa.

https://www.straitstimes.com/asia/south-asia/indian-capital-opens-first-smog-tower

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement