Pembelajaran Tatap Muka Digelar, Arab Saudi Syaratkan Vaksin

Ahad , 29 Aug 2021, 15:57 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Arab Saudi akan memberlakukan pembelajaran tatap muka. Ilustrasi Sekolah Arab Saudi
Arab Saudi akan memberlakukan pembelajaran tatap muka. Ilustrasi Sekolah Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Menteri Pendidikan Arab Saudi, Dr Hamad Al Sheikh,  memperingatkan bahwa tidak ada siswa atau salah satu tenaga kependidikan akan diizinkan masuk ke fasilitas pendidikan sampai menerima dua dosis vaksin Covid-19. 

 

Terkait

Hal itu disampaikannya selama pertemuan dengan Direktur Pendidikan di daerah dan kegubernuran di Kerajaan pada Sabtu (28/8) dalam persiapan untuk memulai tahun ajaran pada Ahad (29/8).

Baca Juga

Al Sheikh menekankan pentingnya mematuhi protokol dan prosedur kesehatan yang disebutkan untuk menjaga keselamatan siswa, guru, dan administrator. "Tanggung jawab kita sangat besar agar perjalanan pendidikan siswa menjadi aman, sehat, dan menentramkan bagi keluarga dan orang tua," kata Al Sheikh, dilansir di Saudi Gazette, Ahad (29/8).

Dia menyerukan penerapan model operasional untuk kembalinya pembelajaran tatap muka, dan untuk menindaklanjuti penerapan kondisi dan pengawasan yang terkandung di dalamnya. 

Menurutnya, Direktur pendidikan terutama bertanggung jawab untuk melaksanakan prosedur kesehatan dan menindaklanjuti implementasi model operasional. 

Dia menyebutkan itu adalah tanggung jawab partisipatif dan hierarkis dari direktur pendidikan, asistennya, Direktur Kantor Pendidikan, sekolah dan bahkan guru di ruang kelas mereka. 

Dia menekankan tujuan mereka adalah untuk menjaga keselamatan siswa. Dia menunjukkan, bahwa lebih dari enam juta siswa laki-laki dan perempuan akan memulai tahun ajaran mereka pada hari ini. 

Mereka tentunya berharap dapat menyediakan semua layanan dan peralatan untuk para siswa dan untuk menjamin keberhasilan proses pendidikan dan tercapainya tujuan yang diinginkan.

Menteri Pendidikan Arab Saudi juga bertemu dengan para rektor universitas untuk meninjau laporan berkala untuk awal tahun akademik universitas, dan untuk memastikan penerapan tindakan pencegahan dan protokol untuk menjaga keselamatan mahasiswa dan karyawan universitas.

Pertemuan tersebut membahas tentang penegasan perlunya dosen, mahasiswa, dan administrator untuk menerima dua dosis vaksin Covid-19 untuk masuk ke fasilitas pendidikan.

Di samping itu, dia melanjutkan upaya untuk mendorong karyawan universitas untuk mengambil vaksin, dan memuji upaya pusat pemberian vaksin di universitas, dan peran mereka dalam pengabdian masyarakat.

Al Sheikh juga mengkaji upaya yang dilakukan untuk menyelaraskan dan mengkoordinasikan antar perguruan tinggi untuk menyatukan upaya dan keputusan yang mencapai kepentingan mahasiswa.       

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini