150 Warga Irak Kembali Laksanakan Umroh

Selasa , 31 Aug 2021, 11:54 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Umroh masa pandemi
Umroh masa pandemi

IHRAM.CO.ID, BAGHDAD -- Warga Irak bisa kembali melakukan umroh di Arab Saudi, setelah penangguhan selama 18 bulan. Informasi ini disampaikan pihak berwenang Irak, Senin (30/8) kemarin.

 

Terkait

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Haji dan Umrah mengatakan penerbangan akan tersedia untuk peziarah Irak. Jamaah asal Irak bisa segera berangkat setelah mereka menjalani prosedur kesehatan dan tindakan pencegahan yang diperlukan, terkait Pandemi Covid-19.

Dilansir di Anadolu Agency, Selasa (31/8), prosedur tersebut perlu dilakukan untuk memenuhi kontrol dan kondisi yang diandalkan oleh otoritas Saudi.

Pejabat terkait juga menyebut gelombang pertama dari 150 peziarah sudah terbang ke kota Saudi, Madinah, dengan penerbangan Irak Airways, Senin pagi.

Bulan lalu, Arab Saudi memutuskan membuka kembali tempat-tempat suci umat Islam untuk umroh, setelah dilakukan penangguhan karena pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kesiapannya menerima jamaah umroh sebanyak-banyaknya. Mereka siap menyambut sesuai kuota yang telah disepakati dengan berbagai negara Islam, sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

Wakil Menteri untuk layanan haji dan umroh, Dr Amr Al-Maddah, mengatakan semua persiapan untuk menerima jamaah telah selesai. Kementerian juga disebut tidak menghadapi kesulitan dalam menerima jamaah dari luar negeri dalam beberapa hari terakhir, sejak awal musim umroh yang baru.

"Kementerian memiliki kemampuan untuk mengatasi masuknya jamaah umroh sesuai dengan kuota yang diberikan untuk setiap negara Muslim, dan kementerian siap menangani jumlah jamaah seperti dalam situasi normal,” katanya.

Al-Maddah mengatakan Kementerian Haji sedang bekerja mengintegrasikan aplikasi Shaaer dan Eatmarna. Hal ini diperlukan untuk memasukkan semua layanan yang disediakan oleh kementerian, agar jamaah haji dan umroh mendapat manfaat selain memperluas cakupan layanan ini dalam dua aplikasi.

Aplikasi Shaaer sukses besar di musim haji terakhir, karena berisi semua informasi tentang ID peziarah, kesehatan, serta layanan yang bisa jamaah dapatkan. Aplikasi resmi ini diluncurkan Kementerian Haji dan Umrah untuk melayani para peziarah.

Aplikasi tersebut juga berfungsi memfasilitasi pelaksanaan ibadah dalam suasana spiritual yang aman, dengan mengikuti kontrol kesehatan, peraturan, serta prosedur pencegahan untuk membendung penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini