Selasa 31 Aug 2021 12:45 WIB

Pengusaha Muslim Australia Bantu Keluarga yang Terisolasi

Ratusan keluarga Muslim di pinggiran luar Melbourne terisolasi akibat lockdown ketat

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani
Pengusaha muslim Australia
Foto: About Islam
Pengusaha muslim Australia

IHRAM.CO.ID, MELBOURNE -- Australia tengah berjuang mengatasi wabah virus corona dengan merebaknya varian Delta yang sangat menular. Karena itu, pemerintah Australia menerapkan lockdown ketat yang membuat ratusan keluarga Muslim di pinggiran luar Melbourne dalam isolasi. Akibatnya, banyak dari mereka kesulitan untuk mendapatkan pasokan pokok.

Di tengah situasi demikian, sejumlah bisnis Muslim di negara itu bergegas turun tangan mengeluarkan bantuan bagi keluarga-keluarga yang terisolasi. Salah satunya adalah bisnis lokal dan layanan komunitas Macca Halal Meats dari Abubakar Hersi. Untuk membantu keluarga Muslim yang terisolasi, Hersi telah melakukan lebih dari seratus pengiriman selama beberapa pekan terakhir.

"Ini sangat sulit, sangat sulit, kami bekerja 12 jam sehari," kata Hersi kepada ABC News, dilansir di laman About Islam, Senin (30/8).

Ini bukan pertama kalinya bagi Hersi yang merupakan di antara sejumlah organisasi masyarakat yang menyumbangkan makanan kepada warga perumahan umum yang berada di bawah lockdown ketat di Flemington dan Melbourne Utara. Kali ini, dia bekerja lebih awal untuk memberi tahu keluarga yang terisolasi tentang layanannya.

"Mereka memanggil kami dan para tokoh masyarakat memberi kami dana. Jadi kami memberikan apa yang mereka inginkan. Kami tidak memberikan apa yang kami inginkan. Orang lain akan memberi mereka sebuah kotak. Bukan itu yang mereka pilih," kata Hersi.

"Tetapi di sini, apa yang kami lakukan, mereka memilih apa yang mereka inginkan. Jadi mereka tidak ingin daging cincang, jadi kami tidak memberi mereka daging cincang," lanjutnya.

Banyak pengusaha milik Muslim lainnya yang juga siap membantu. Anab, pemilik restoran Somalia Safari, juga telah berusaha untuk memberikan timbal balik kepada para pelanggannya yang terisolasi selama wabah Delta di Victoria baru-baru ini dengan menyumbangkan makanan panas.

Menurutnya, pemerintah negara bagian datang kepada mereka dan meminta mereka untuk memberikan bantuan dengan menyiapkan makanan yang baik sesuai budaya warga setempat.

 

"Setiap menit mereka dapat menghubungi kami, bisakah Anda memberi kami 50 orang untuk makan dan kemudian kami melompat dan melakukan semuanya lagi," katanya

Selain makanan yang disumbangkan oleh pemerintah negara bagian, restoran tersebut juga menyumbangkan makanan yang didanai oleh organisasi masyarakat untuk memberikan bantuan tambahan. Anab mengaku lega bisa memberi warga setempat sesuatu.

"Saat kita buka usaha, kita langsung lockdown. Merekalah yang mendukung kami selama ini. Jadi kami katakan, sudah waktunya. Kami membantu mereka," ujarnya.

Upaya ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar oleh kelompok Muslim, termasuk Halal Food Bank Melbourne yang telah memasok makanan senilai 180 ribu dolar sejak pandemi dimulai.

"Kami berusaha mempertahankan tradisi sedekah kami. Saat ini, kami sepenuhnya berdonasi dan menjalankan sukarelawan," kata ketua Halal Food Bank Melbourne, Sharfi Ruknudeen.

Lockdown di kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, itu diperpanjang pada Ahad (29/8) setelah negara itu mencatat rekor 1.323 kasus Covid-19 lokal.

Kebijakan ini adalah lockdown keenam dari pandemi Covid-19 di Melbourne, dan termasuk jam malam, penutupan taman bermain, dan pembatasan olahraga yang ketat.

Sementara itu, negara bagian tetangga New South Wales, yang termasuk kota Sydney terpadat di Australia, mencatat 1.218 kasus baru kemarin Ahad. Hal itu mendorong beban kasus harian keseluruhan negara itu ke level tertinggi baru.

Hampir 19.000 kasus telah terdeteksi di negara bagian ini dari sekitar delapan juta orang sejak wabah varian Delta dimulai pada pertengahan Juni 2021.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement