Rabu 01 Sep 2021 02:24 WIB

Ketika Ibnu Batutah Menangis karena Kesendiriannya

Ibnu Batutah saat berusia 21 tahun memutuskan untuk berpetualang.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Perjalanan Ibnu Batuta, Ilustrasi
Foto: ytimg.com
Perjalanan Ibnu Batuta, Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, Ibnu Batutah bernama lengkap Abu 'Abd Allah Muhammad ibn 'Abd Allah al-Lawati al-Tanji ibn Battuta. Dia lahir di pelabuhan Tangier Maroko pada 1304 dan bukan keturunan Arab melainkan Berber.

Ia berasal dari keluarga cendekiawan hukum Islam. Ini menjadi warisan intelektual yang nantinya akan membuatnya menopang tugas sebagai hakim.

Baca Juga

 

Hal itu dijelaskan oleh sejarawan sekaligus penulis tentang perjalanan, Justin Marozzi, dalam tulisannya yang dimuat di laman History Extra. Lebih lanjut, Justin menjabarkan bahwa informasi rinci mengenai latar belakang Ibnu Batutah sangat sedikit. Karena itu, misalnya, tidak diketahui berapa jumlah istrinya dan anak-anaknya.

 

Namun, yang dapat diketahui, masa hidup Ibnu Batutah bertepatan dengan puncak kemegahan di bawah dinasti Marinid Maroko, yang memerintah sebagian besar Afrika Utara antara tahun 1244 dan 1465, yang menjadikan ibu kota kekaisarannya di Fez.

Kota kuno itu adalah tempat Ibn Battuta mendiktekan memoarnya kepada juru tulis muda Ibn Juzayy. Kota kuno Fez adalah tempat belajar yang dikenal sebagai 'Athena Afrika', yang menampung al-Qarawiyyin, sebuah kompleks masjid, madrasah, perpustakaan, dan universitas sejak abad kesembilan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement