Peringatan 9/11 di Amerika Dipenuhi Ungkapan Kekhawatiran

Ahad , 12 Sep 2021, 19:17 WIB Reporter :Dwina Agustin/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Dari kiri, mantan Presiden Bill Clinton, mantan Ibu Negara Hillary Clinton, mantan Presiden Barack Obama, Michelle Obama, Presiden Joe Biden, ibu negara Jill Biden, mantan Walikota New York City Michael Bloomberg, mitra Bloomberg Diana Taylor , Ketua DPR Nancy Pelosi, D-Calif., dan Pemimpin Mayoritas Senat Charles Schumer, DN.Y., berdiri untuk lagu kebangsaan selama Upacara Peringatan 9/11 tahunan di National 9/11 Memorial and Museum pada hari Sabtu, 11 September 2021 di New York.
Dari kiri, mantan Presiden Bill Clinton, mantan Ibu Negara Hillary Clinton, mantan Presiden Barack Obama, Michelle Obama, Presiden Joe Biden, ibu negara Jill Biden, mantan Walikota New York City Michael Bloomberg, mitra Bloomberg Diana Taylor , Ketua DPR Nancy Pelosi, D-Calif., dan Pemimpin Mayoritas Senat Charles Schumer, DN.Y., berdiri untuk lagu kebangsaan selama Upacara Peringatan 9/11 tahunan di National 9/11 Memorial and Museum pada hari Sabtu, 11 September 2021 di New York.

IHRAM.CO.ID, NEW YORK – Dari tugu peringatan kota ke daerah terpencil hingga ke jantung kekuatan militer negara, Presiden Joe Biden pada Sabtu (11/9), memberikan penghormatan di tiga tempat duka. 

 

Terkait

Dia mengikuti peringatan untuk menghormati nyawa yang hilang dua dekade lalu di pada peristiwa serangan 9/11. 

Baca Juga

Biden memberikan penghormatan di tiga lokasi di New York, Pennsylvania, dan di luar Washington. Tempat yang menjadi tugu peringatan empat pesawat yang dibajak jatuh pada 11 September 2001, menewaskan hampir 3.000 orang, menghancurkan rasa aman, dan meluncurkan negara ke dalam dua dekade perang. 

Biden menyeka air mata saat dia dalam keheningan di lokasi di mana menara World Trade Center jatuh. Dia menatap suara pesawat jet yang menghantui di bawah langit biru jernih yang mengingatkan pada hari yang menentukan itu.

Pada sebuah lapangan berumput di Pennsylvania, Biden menghibur anggota keluarga yang berkumpul di sebuah batu besar di dekat Shanksville. 

Sedangkan di Pentagon, Biden, dan istrinya, Jill, mengheningkan cipta sejenak sebelum karangan bunga bertatahkan bunga putih, ungu, dan merah dipajang di depan bangku peringatan yang menandai para korban serangan di markas militer.

Biden bertanya-tanya apa yang akan dipikirkan oleh mereka yang meninggal hari itu tentang dendam yang masih ada di negara itu. 

"Apakah mereka pikir ini masuk akal bagi kita untuk melakukan hal semacam ini di mana Anda berkendara di jalan dan seseorang memiliki tanda yang mengatakan 'f ini dan itu'?'" ujar Biden. 

Pernyataan itu merujuk ke tanda eksplisit yang menyerang Biden minggu lalu di New Jersey. Saat itu dia melakukan kunjungan akibat badai dan melihat tanda yang ditampilkan oleh pendukung mantan Presiden Donald Trump.

Biden menyatakan ketidakpercayaannya pada komentar baru-baru ini oleh Trump. Dia menuduh Biden meninggalkan cita-cita bangsa selama masa jabatannya. 

"Semua orang berkata, 'Biden, mengapa Anda terus bersikeras mencoba menyatukan negara?'. Itulah hal yang akan memengaruhi kesejahteraan kita lebih dari apa pun," ujar Presiden Amerika Serikat itu. 

Pada titik nol di New York City, Biden berdiri berdampingan dengan mantan Presiden Barack Obama dan Bill Clinton di National September 11 Memorial. Nama-nama orang yang meninggal dibacakan dengan lantang oleh orang yang mereka cintai.