RMI NU Siapkan Kurikulum Moderasi Beragama

Jumat , 17 Sep 2021, 22:07 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Muhammad Hafil
RMI NU Siapkan Kurikulum Moderasi Beragama untuk Majelis Taklim. Foto:    (ilustrasi) logo nahdlatul ulama
RMI NU Siapkan Kurikulum Moderasi Beragama untuk Majelis Taklim. Foto: (ilustrasi) logo nahdlatul ulama

IHRAM.CO.ID,JAKARTA – Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI) NU DKI Jakarta akan menyiapkan kurikulum moderasi beragama untuk majelis taklim di Ibu Kota. Hal ini disampaikan RMI NU Jakarta setelah menggelar webinar “Majelis Taklim, Kajian Kitab Kuning dan Moderasi Agama” bersama Program Studi Pengembangan Masyarakat Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis (16/9).

 

Terkait

Ketua RMI NU DKI Jakarta, Ustaz Rakhmad Zailani Kiki menjelaskan, karya tulis ulama di Nusantara, khususnya ulama di Betawi, sangat kental dengan moderasi beragama. Seperti kitab Adabul Insan (Adab Manusia) karya Habib Utsman bin Yahya, serta kitab Siraj al-mubtadi fi Usul al-Din al Muhammadi dan kitab Zahr al-Basatin fi Bayan al-Dala’il wa al-Burhan yang keduanya merupakan karya Guru Marzuqi bin Mirshod Muara.

Baca Juga

“Namun sayangnya, dari hasil riset saya bersama tim Jakarta Islamic Centre terhadap 234 majelis taklim, dalam hal ini majelis taklim kitab kuning, yang tersebar di berbagai wilayah DKI Jakarta sampai Kepulauan Seribu ketiga kitab ini tidak diajarkan,” ujar ustaz Kiki dalam keterangna tertulis yang diterima Republika.co.id, Jum’at (17/9).

Karena itu, menurut dia, webinar tersebut telah memberikan beberapa catatan, khususnya untuk RMI NU DKI Jakarta agar memperkuat materi melalui pengadaan kurikulum moderasi beragama untuk majelis taklim-majelis taklim di Jakarta.

Setelah mendapat masukan tersebut, menurut Ustaz Kiki, RMI NU Jakarta akan menyiapkan kurikulum moderasi beragama yang bersumber dari karya-karya ulama Nusantara, khususnya kepada majelis taklim-majelis taklim kitab kuning dan majelis taklim-majelis taklim kaum ibu di Jakarta. 

“Kurikulum moderasi beragama ini diperlukan agar peserta majelis taklim memiliki pemahaman moderasi beragama, bersikap yang moderat terhadap persoalan-persoalan yang muncul,  khususnya persoalan keagamaan, tidak mudah mengkafirkan atau menjelek-jelekan sesama Muslim karena perbedaan paham keislaman dan pilihan politik,” kata Ustaz Kiki.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini