Arab Saudi Berencana Ubah Sektor Museum

Senin , 20 Sep 2021, 18:00 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Museum Kereta Api Hejaz yang berlokasi di Al-Ula, Provinsi Madinah, Arab Saudi.
Museum Kereta Api Hejaz yang berlokasi di Al-Ula, Provinsi Madinah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID,RIYADH -- Komisi Museum Arab Saudi telah mengumumkan strategi transformasinya untuk sektor ini. Termasuk di dalamnya, rencana ambisius meningkatkan jumlah dan jenis museum di seluruh Kerajaan.

 

Terkait

Tak hanya itu, mereka juga ingin meningkatkan jumlah pengunjung museum. Pengembangan museum akan fokus pada identitas budaya bangsa, yang ditingkatkan melalui penciptaan serangkaian aset nyata di seluruh negeri.

Baca Juga

"Strategi ini akan menghasilkan praktik terbaik, kemajuan standar internasional di sektor budaya yang vital ini. Strategi kami akan memperkaya kehidupan semua orang yang tinggal dan mengunjungi Kerajaan," Kata CEO Komisi Museum, Stefano Carboni, dikutip di Arab News, Senin (20/9).

Carboni menyebut pihaknya akan mengembangkan sektor ini melalui tampilan dan program yang menginspirasi, melatih generasi pertama pakar sektor museum, serta membangun beragam platform budaya yang akan menarik pencari budaya lokal dan internasional.

“Ada banyak yang bisa diceritakan tentang Kerajaan, baik masa lalunya dan masa depannya yang ambisius. Kami senang orang-orang mengunjungi dan mengalaminya sendiri,” lanjutnya.

Museum yang ada di Riyadh akan direvisi dan direnovasi, termasuk Museum Nasional Arab Saudi di pusat sejarah kota. Museum Benteng Masmak yang menampilkan situs dan peristiwa penting dalam kelahiran Kerajaan juga masuk dalam daftar renovasi.

Rencana yang ada juga menetapkan rencana ekspansi untuk museum di seluruh negeri pada 2024, termasuk sejumlah lokasi unggulan dan beberapa tempat yang lebih kecil.

Museum baru pertama yang dibuka akan menjadi versi lebih kecil dari Museum Seni Kontemporer Arab Saudi dalam pengembangan JAX baru di Diriyah. Museum Emas Hitam di Riyadh, sebuah museum permanen yang didedikasikan untuk interpretasi seniman tentang sejarah minyak, akan segera dibuka setelah bermitra dengan Pusat Studi dan Penelitian Perminyakan Raja Abdullah.

Selain itu, 'Borderless Jeddah', selaku ruang seni digital yang imersif, akan dibuka pada tahun 2022 dalam kemitraan dengan teamLab kolektif multimedia internasional.

Rencana jangka menengah mereka adalah pembukaan institusi penting seperti Museum Kompleks Seni Kerajaan, Museum Seni Digital, serta Museum Pusat Kaligrafi Arab Internasional Pangeran Mohammad bin Salman.

Strategi ini juga bertujuan untuk menciptakan, memperluas, mengkurasi dan melestarikan koleksi serta membangun program pendidikan di seluruh sektor. 

https://www.arabnews.com/node/1931756/saudi-arabia

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini