Rabu 06 Oct 2021 05:35 WIB

Soedirman, Santri yang Jadi Jenderal Bintang Lima

Soedirman bahkan diketahui pernah menjadi Guru hingga Kepala Sekolah HIS Muhammadiyah

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Agung Sasongko
Patung gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman dipajang di halaman pintu masuk Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (3/3). Patung Panglima Besar Tidak Pernah Sakit ini karya pematung Yusman. Dipasang di pintu masuk Benteng Vredeburg dalam rangka memperingati serangan umum 1 Maret di Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Patung gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman dipajang di halaman pintu masuk Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (3/3). Patung Panglima Besar Tidak Pernah Sakit ini karya pematung Yusman. Dipasang di pintu masuk Benteng Vredeburg dalam rangka memperingati serangan umum 1 Maret di Yogyakarta.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Hingga HUT ke-76 TNI saat ini,  telah banyak dikenal tokoh besar yang berasal dari institusi tersebut. Namun, Panglima Besar Jenderal Soedirman akan jadi salah satu tokoh yang tidak akan luput jika membahas tentang Tentara Nasional Indonesia. 

Selain perjuangannya dalam kemerdekaan, sosoknya yang dikenal religius sejak kecil adalah sisi menarik lain dari sejarah Jenderal Soedirman. Selain menimba ilmu agama, ia dikenal sebagai pengajar atau pendakwah Islam saat beranjak dewasa. Soedirman bahkan diketahui pernah menjadi Guru hingga Kepala Sekolah HIS Muhammadiyah. 

Baca Juga

Sebuah surat kabar Belanda bahkan seakan meremehkan Soedirman saat diangkat menjadi Panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan sebuah tulisannya. “Republik Indonesia mengangkat seorang guru SD menjadi panglima besar. Tahu apa guru sekolah itu!."

Jenderal Soedirman yang religius juga tergambar dalam sebuah pidatonya yang ditulis Letjen (purn) TNI AD Tjokropranolo dalam buku Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman, Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia. 

"Kita dasarkan perjuangan sekarang ini atas dasar kesucian. Kami yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak akan melalaikan hambanya yang memperjuangkan sesuatu yang adil berdasarkan kesucian batin. Kita insya Allah akan menang jika berjuang kita sungguh berdasarkan kesucian, membela kebenaran dan keadilan,"katanya. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement