Senin 15 Nov 2021 02:00 WIB

Fairouz Gaballa Merasa Nyaman Menjadi Atlet Berjilbab

Fairouz Gaballa merupakan seorang atlet lari lintas alam atau Cross County.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Muslim Kanada

Ia merasa senang dapat membuktikan pandangan orang-orang fanatik terhadapnya itu salah. Ia juga dengan senang hati akan tersenyum jika ada yang memanggilnya dengan sebutan 'kepala handuk' saat berlari melewati mereka.

Terlepas dari tatapan negatif orang-orang di luar, ia menyebut pelatihnya mampu menciptakan budaya tim yang inklusif dan toleran, dimana semua orang diharapkan untuk bekerja sebagai sebuah tim. Ia tidak merasa ada ruang untuk intoleransi atau kefanatikan.

"Selain itu, ada beberapa rekan tim yang luar biasa, yang benar-benar berusaha keras membuat saya merasa nyaman dan menjadi bagian dari tim. Dan upaya itu berjalan dengan baik, sejauh ini," ucap Gaballa.

 

Sejauh ini, ia merasa senang menjadi atlet yang kebetulan memakai hijab. Jilbab tidak mendefinisikan sebagai pribadi, tetapi menjadi bagian dari dirinya dan sesuatu yang tidak akan pernah ia lepaskan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement