Senin 15 Nov 2021 20:02 WIB

Islam Dinilai Bisa Jadi Instrumen Diplomasi Indonesia

Dunia Islam berharap dengan peran Indonesia.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Umat muslim (ilustras)
Foto: Republika/Musiron
Umat muslim (ilustras)

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, menyampaikan bahwa Islam bisa menjadi instrumen diplomasi Indonesia di tingkat global sekarang dan mendatang. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber Seminar Nasional Moderasi Indonesia Untuk Dunia bertema "Peran Strategis Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam Mendukung Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global" yang digelar Amanat Institute dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Najib mengatakan, wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, toleran, wasathiyah dan rahmatan lil alamin sudah dikenal di masyarakat internasional. Dalam situasi Timur Tengah yang terus bergolak menambah harapan dunia Islam terhadap peran Indonesia yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia.

Baca Juga

"Saya kadang-kadang menggunakan kata-kata sarkas bahwa dunia Arab saat ini di samping tidak lagi memberikan wajah Islam yang membanggakan karena konflik internal yang tidak berkesudahan dan konflik di antara bangsa Arab sendiri, jangan dilupakan bahwa bangsa Arab telah menyumbangkan jutaan pengungsi yang sebagian kemudian mencari perlindungan ke Eropa dan negara barat yang lainnya," kata Najib saat Seminar Nasional Moderasi Indonesia Untuk Dunia, Senin (15/11).

Menurutnya, apa yang terjadi di dunia Arab memilukan dan memalukan. Sementara ini wajah Islam di pentas global identik dengan wajah Muslim Arab. Maka Indonesia harus menggesernya dan mengubahnya sehingga wajah Islam Indonesia ikut mewarnai wajah Islam di tingkat global.

 

Sehubungan dengan itu, ia menegaskan harapannya bahwa sekarang dan kedepannya umat Islam Indonesia harus aktif dan tidak lagi pasif. Umat Islam Indonesia harus high-profile tidak lagi low-profile. Umat Islam Indonesia harus ofensif, tidak lagi defensif.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement