Warga Austria Belum Divaksinasi Dilarang Keluar Rumah

Senin , 15 Nov 2021, 19:53 WIB Reporter :Fergi Nadira/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona.

IHRAM.CO.ID, WINA -- Pemerintah Austria memerintahkan karantina wilayah atau lockdown nasional bagi warga yang belum divaksinasi Covid-19. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperlambat penyebaran penyakit karena virus korona yang cepat di negara tersebut.

 

Terkait

Peraturan baru ini mulai berlaku pada Senin (15/11) waktu setempat yang melarang pergerakan warga Austria atau warga negara lain di Austria berusia 12 tahun ke atas yang tidak divaksinasi. Mereka yang belum vaksin dilarang keluar rumah kecuali untuk berkegiatan dasar seperti membeli makanan, atau mendapatkan vaksinasi.

Baca Juga

Pihak berwenang Austria khawatir tentang meningkatnya kematian karena virus. Kekhawatiran timbul juga karena staf rumah sakit tidak akan lagi dapat menangani masuknya pasien Covid-19 yang terus meningkat.

"Tugas kami sebagai pemerintah Austria untuk melindungi rakyat," kata Kanselir Alexander Schallenberg kepada wartawan di ibu kota, Wina seperti dilansir laman Aljazirah, Senin (15/11).

"Oleh karena itu kami memutuskan bahwa mulai Senin akan ada penguncian untuk yang tidak divaksinasi," ujarnya menambahkan.

Lockdown mempengaruhi sekitar 2 juta orang di negara berpenduduk 8,9 juta orang itu. Schallenberg mengatakan, lockdown awalnya akan berlangsung selama 10 hari dan polisi telah diminta untuk memeriksa orang-orang di luar untuk memastikan mereka divaksinasi.

"Akan ada petugas tambahan yang akan berpatroli untuk mengendalikan peraturan baru ini," kata dia.

Orang yang tidak divaksinasi dapat didenda hingga 1.660 dolar AS jika mereka tidak mematuhi pembatasan. Austria memiliki salah satu tingkat vaksinasi terendah di Eropa barat. Sekitar 65 persen dari total populasi divaksinasi lengkap.

Dalam beberapa pekan terakhir, negara itu menghadapi tren yang mengkhawatirkan dalam infeksi virus corona. Pada Ahad, dilaporkan 11.552 kasus baru, naik dari 8.554 seminggu yang lalu.

"Dengan tingkat vaksinasi seperti sekarang, kita akan tetap terjebak dalam lingkaran setan infeksi," kata Schallenberg. Penyerapan sangat rendah dalam vaksinasi harus dipaksakan ke atas.

Tingkat infeksi tujuh hari mencapai 775,5 kasus baru per 100 ribu penduduk. Sebagai perbandingan, angkanya berada di 289 di negara tetangga Jerman, yang juga telah membunyikan alarm atas peningkatan jumlah tersebut.

Schallenberg menunjukkan bahwa sementara tingkat infeksi tujuh hari untuk orang yang divaksinasi telah turun dalam beberapa hari terakhir, tingkat yang sama meningkat dengan cepat untuk yang tidak divaksinasi. Dia juga meminta orang-orang yang telah divaksinasi untuk mendapatkan suntikan booster atau dosis ketiga.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini