Rabu 24 Nov 2021 15:04 WIB

Suriah Halau Serangan Udara Israel

Israel menggelar serangan udara ke Suriah yang mengakibatkan dua orang warga tewas

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Serangan udara militer Israel / Ilustrasi
Foto: AP/Felipe Dana
Serangan udara militer Israel / Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, KAIRO -- Media pemerintah Suriah mengatakan Israel menggelar serangan udara ke negara itu. Kabarnya dua orang warga sipil tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan di Suriah bagian tengah.

Media Suriah melaporkan pertahanan udara negara itu menghalau serangan di atas Kota Homs. "Agresi udara Israel mengincar bagian daerah tengah, dan pertahanan udara meresponnya," kata media pemerintah, Rabu (24/11).

Baca Juga

Stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan dua warga sipil tewas dalam serangan itu. Sementara satu warga sipil lain dan enam orang tentara terluka.

Serangan tersebut juga merusak bangunan. Pemerintah Israel belum menanggapi permintaan komentar. Sebelumnya the Jerusalem Post melaporkan empat orang tentara Suriah tewas dalam serangan udara Israel pada Selasa (23/11) malam.

Kantor berita SANA melaporkan serangan tersebut dilakukan dari timur laut Beirut. Laporan itu mengklaim sebagian besar rudal ditembak jatuh pertahanan udara Suriah.

Sementara itu, seorang menteri Israel pada Senin (22/11) menyerukan untuk memasang kembali detektor logam di gerbang masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki. Intruksi ini keluar setelah seorang warga Palestina dan seorang warga Israel dari Afrika Selatan tewas dalam insiden penembakan pada Ahad (21/11).

Menteri Komunikasi Israel, Yoaz Hendel mengatakan bahwa Israel harus memastikan bahwa tidak ada orang bersenjata yang memasuki Yerusalem.

"Soal metal detector harus dikaji ulang. Kami sudah menyerah pada ini di masa lalu dan tidak mungkin untuk menyerah di masa depan," katanya dilansir dari Middle East Eye, Selasa (23/11).

Israel memasang detektor logam pada musim panas 2017 di gerbang lapangan terbuka Haram al-Sharif, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount. Tetapi langkah itu dikecam oleh orang-orang Palestina, yang pada saat itu menolak memasuki kompleks itu melalui penghalang Israel sebagai protes.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement