4 Hadist Strategi Capai Ketahanan Pangan

Rabu , 08 Dec 2021, 17:00 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tedjomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Lahan pertanian, salah satu faktor penopang ketahanan pangan (ilustrasi)
Lahan pertanian, salah satu faktor penopang ketahanan pangan (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ada sejumlah hadist yang menjadi pedoman umat Islam dalam mencapai ketahanan pangan dan menangani masalah kelaparan. 

 

Terkait

 

Baca Juga

Pertama, mendorong perkembangan perkebunan dan pertanian,

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim disebutkan

عن جابر أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل على أم معبد حائطا، فقال يا أم معبد من غرس هذا النخل؟ أمسلم أم كافر؟ فقالت بل مسلم. قال فلايغرس المسلم غرسا فيأكل منه إنسان ولا دابة ولاطئر إلا كان له صدقة إلى يوم القيامة

Dari Sahabat Jabir, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw memasuki pekarangan Ummu Ma’bad, kemudian beliau berkata, “Wahai Ummu Ma’bad siapakah yang menanam kurma ini? Muslim atau kafir?

Ummu Ma’bad menjawab, “Muslim.” Lalu Nabi Bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu memakannya baik manusia atau keledai atau burung kecuali itu akan menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat.” (HR. Muslim),

 

Kedua, pemimpin yang berbagi penderitaan dengan rakyat,

Abdullah bin `Abbas (ra dengan dia) meriwayatkan bahwa Nabi dan keluarganya biasa menghabiskan malam berturut-turut dengan lapar tanpa makan malam. Sebagian besar roti yang biasa mereka makan adalah roti jelai (yang merupakan jenis yang murah). (Ibnu Majah)

 

Ketiga, negara memiliki kewajiban memastikan keamanan pangan

Al-Mustawrid ibn Shadad meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang mengurus suatu pekerjaan bagi kami dan tidak mempunyai rumah, hendaklah ia mempunyai rumah. Jika dia tidak punya istri, biarkan dia menikah. Jika dia tidak memiliki pelayan, biarkan dia memilikinya dan jika dia tidak memiliki hewan tunggangan, biarkan dia mendapatkannya. Mengambil sesuatu yang ekstra akan dianggap ghulul (uang haram)”.

 

Keempat, memerangi korupsi

Adi bin `Umairah (ra dengan dia) meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata,

“ Barangsiapa di antara kamu yang ditunjuk olehku untuk suatu posisi dan dia menyembunyikan dari kami (bahkan) jarum atau lebih, dia bertindak tidak setia dan akan membawanya pada Hari Kebangkitan ”.Setelah mendengar ini, seorang pria kulit hitam dari Al-Ansar berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah, ambil kembali dariku tugasmu.”

Nabi bertanya, “ Apa yang terjadi padamu? ”

Pria itu menjawab: "Saya telah mendengar Anda mengatakan ini dan itu."

Nabi berkata,“ Saya katakan bahwa (sekali lagi) sekarang: Barang siapa dari Anda diangkat oleh saya untuk suatu posisi, dia harus membawa segala sesuatu (dari pendapatannya), besar atau kecil. (Kemudian,) apa yang dia berikan padanya, dia boleh mengambilnya. Apa yang tidak boleh dia ambil, dia harus menghindarinya.” (Muslim).n 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini