Jumat 10 Dec 2021 14:30 WIB

Perampasan Budaya Palestina oleh Para Kandidat Miss Universe

Kandidat Miss Universe unggah foto budaya Palestina tapi dengan tagar VisitIsrael

Rep: Mabruroh / Kiki Sakinah / Red: Esthi Maharani
Bendera negara-negara yang berpartisipasi di kontes kecantikan Miss Universe diproyeksikan ke dinding di Kota Tua Yerusalem, 30 November 2021.
Foto:

Sementara itu, pengguna media sosial yang lain masih menyebut adegan itu sebagai 'pencurian dan perampasan budaya'. Rekan kontestan Gomez juga telah menyebabkan kontroversi menjelang kompetisi.

Kunjungan para kontestan ke kota Badui menandai akhir dari tur mereka di Israel, yang dimulai di Yerusalem yang diduduki dan berakhir di Eilat. Kompetisi Miss Universe 2021 akan diadakan pada 13 Desember.

Kota Eilat dibangun di atas reruntuhan kota nelayan kecil Palestina Um al-Rashrash selama Nakba, ketika hampir 750 ribu orang Palestina diusir dari kota dan desa mereka oleh milisi Zionis pada 1948.

Selama beberapa dekade, orang Badui Palestina telah menjadi sasaran kebijakan destruktif Israel yang menargetkan komunitas mereka, yang oleh seorang pejabat senior di Kementerian Pertahanan Israel disebut sebagai pembersihan orang Badui Palestina.

Sebelumnya pada November, Mandla Mandela, cucu mantan presiden Afrika Selatan, meminta semua mantan pemenang Miss Afrika Selatan untuk memboikot acara tersebut sebagai protes atas pendudukan dan perlakuan kejam terhadap warga Palestina di tangan rezim apartheid Israel. Sementara itu, kandidat dari Indonesia dan Malaysia mengundurkan diri dari kontes tersebut setelah seruan untuk memboikot event tersebut.

MEE menghubungi kontes Miss Universe tentang apakah ada orang Badui Palestina yang terlibat dan mengapa kegiatan itu terjadi tetapi tidak menerima tanggapan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement