JK: Berbahaya Jika Negara tak Majukan Ilmu dan Teknologi

Sabtu , 11 Dec 2021, 03:48 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla.

IHRAM.CO.ID,  BANDUNG -- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusul Kalla (JK) menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-4, Milad ke-9 dan Silaturahmi Bisnis (Silabis) ke-13 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) di Bandung pada 10-12 Desember.

 

Terkait

Dalam kesempatan itu, JK menyinggung persoalan transformasi digital sekarang ini. Bagi JK, teknologi menimbulkan pembaruan dalam dunia usaha dan merupakan sesuatu yang baik. Dia mencontohkan, teknologi dulu sempat dikhawatirkan karena bisa mengikis tenaga kerja dalam industri.

Baca Juga

Namun, sebetulnya dengan teknologi itu pulalah bisa berdiri pabrik-pabrik yang baru sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. JK juga menyinggung mobil listrik setelah dirinya menaiki mobil listrik Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Mobil listrik memunculkan kekhawatiran terhadap usaha-usaha terkait penggunaan energi yang selama ini telah berjalan. Namun menurutnya, nantinya akan muncul para penjual colokan listrik di jalan-jalan. Artinya, sebenarnya ada peluang bisnis lagi di balik itu.

"Sama seperti dulu waktu orang bikin jalan, untuk mengangkut pasir itu harus pakai skop, dan sekarang ekskavator. Karena kita harus bikin jalan lebih banyak lagi, maka butuh ekskavator lebih banyak. Jadi teknologi tidak berarti mengurangi tenaga kerja. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah kerja sama dan berinovasi," kata JK saat menjadi pembicara kunci, Jumat (10/12).

JK mengingatkan, syarat menjadi pengusaha adalah semangat, kerja keras, ide dan konsistensi. Namun, meski bekerja keras, tidak otomatis makmur bila tidak bekerja secara baik. Contohnya adalah petani yang bekerja keras mencangkul dari pagi sampai sore. Jika dikerjakan dengan traktor, tentu hasilnya lebih baik.