Jumat 17 Dec 2021 05:55 WIB

Penghargaan untuk Para Pahlawan Tragedi Masjid Christchurch

Selandia Baru berikan penghargaan kepada 10 orang dalam Tragedi Masjid Christchurch

Rep: Mabruroh / Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
Masjid Al Noor di Deans Avenue, Christchurch, Selandia Baru
Foto: EPA-EFE/MARTIN HUNTER
Masjid Al Noor di Deans Avenue, Christchurch, Selandia Baru

IHRAM.CO.ID, WELLINGTON -- Pemerintah Selandia Baru memberikan penghargaan kepada 10 orang yang mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain, selama pembantaian masjid Christchurch 2019 lalu. 10 orang ini di antaranya Dr Naeem Rashid, Abdul Aziz, Scott Carmody dan Jim Manning, Ziyaad Shah, Liam Beale, Lance Bradford, Wayne Maley, Mark Miller dan Mike Robinson.

“Keberanian yang ditunjukkan oleh warga Selandia Baru ini tanpa pamrih dan luar biasa. Mereka memiliki rasa hormat dan terima kasih kami yang terdalam atas tindakan mereka pada hari itu,” kata Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dilansir dari The Guardian, Kamis (16/12).

“Masing-masing dari mereka mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan orang lain. Jika bukan karena tindakan kolektif mereka, korban jiwa bisa lebih besar," ungkapnya.

Daftar tersebut mencakup dua penghargaan kehormatan keberanian tertinggi di negara itu yakni 'The New Zealand Cross for Bravery' yang setara dengan 'Victoria Cross'.

Pada 15 Maret 2019, seorang pria bersenjata supremasi kulit putih membunuh 44 orang di masjid al Noor ketika sholat Jumat berlangsung, kemudian menuju ke masjid Linwood, di mana dia membunuh tujuh orang lagi.

Dr Naeem Rashid secara anumerta dianugerahi 'The New Zealand Cross for Bravery'. Ini adalah pertama kalinya penghargaan Cross dianugerahkan, sejak konsepsi medali pada 1999. Rashid telah mengabaikan keselamatannya sendiri untuk menantang penyerang di masjid al Noor. Saat pria bersenjata itu masuk ke ruang sholat utama dan mulai melepaskan tembakan, jemaah berusaha melarikan diri, tetapi Rashid berlari ke arah pria bersenjata itu.

“Dengan melakukan itu, dia memungkinkan orang lain untuk melarikan diri dan membayar harga tertinggi dengan kehilangan nyawanya sendiri. Saya ingin berterima kasih kepada istri dan keluarga Dr Rashid khususnya, yang akan tahu betul bahwa tindakannya hari itu adalah cerminan dari siapa dia sebagai pribadi,” kata Ardern.

Istri Rashid, Ambreen Naeem, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia berterima kasih atas penghargaan tersebut. “Hari ini kita tidak bisa melihatnya, tetapi dia telah menyebarkan pesan perdamaian dan cintanya, ke seluruh dunia," kata Naeem.

Abdul Aziz juga dianugerahi 'The New Zealand Cross for Bravery' karena juga menunjukkan keberanian besar dengan menantang pria bersenjata itu. Aziz meneriakkan provokasi pada pria bersenjata itu agar dia menjadi pusat perhatian pelaku dengan tujuan mencegah hilangnya nyawa lebih banyak.

Tindakan Aziz menghalangi pria bersenjata itu untuk masuk kembali ke Linwood Islamic Center dan akhirnya memaksanya untuk melarikan diri dari masjid.

"Sejujurnya, saya bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan apa pun, saya hanya ingin mendapatkan pria itu,” kata Aziz kepada RNZ.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement