Kamis 16 Dec 2021 12:55 WIB

Pahlawan Serangan Masjid Christchurch Diberi Penghargaan

2 warga diberi penghargaan karena selamatkan nyawa pada serangan Masjid Christchurch.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
Teror Masjid Christchurch. Suasana di depan masjid Al Noor di Jalan Deans, Christchurch, Sabtu (16/3), sehari usai insiden teror yang menewaskan 49 orang.
Foto: EPA
Teror Masjid Christchurch. Suasana di depan masjid Al Noor di Jalan Deans, Christchurch, Sabtu (16/3), sehari usai insiden teror yang menewaskan 49 orang.

IHRAM.CO.ID, WELLINGTON -- Dua warga Selandia Baru menerima penganugerahan kehormatan keberanian tertinggi (top bravery honour), atas tindakannya menyelamatkan nyawa pada kejadian serangan Masjid Christchurch.

Penghargaan 'The New Zealand Cross for Bravery', setara dengan 'Victoria Cross' diberikan kepada Abdul Aziz dan, secara anumerta, kepada Naeem Rashid. Ini adalah pertama kalinya penghargaan Cross dianugerahkan, sejak konsepsi medali pada 1999.

Baca Juga

Dalam hiruk pikuk kejadian di Masjid Al Noor, Dr Rashid mengeluarkan kekuatan yang nyaris tidak bisa dipercaya dalam menghadapi teroris Australia, Brenton Tarrant. Saat Tarrant berusaha membunuh semua jamaah yang ada di masjid itu, Dr Rashid berlari ke arahnya dan menjatuhkannya ke tanah, sebelum dieksekusi oleh Tarrant.

Dilansir di SBS, Kamis (16/12), Komisi Kerajaan menemukan bukti, dalam serangan itu setidaknya tujuh jemaah dapat melarikan diri dari masjid karena tindakan Dr Rashid.

 

Sang istri, Ambreen Naeem, mengatakan suaminya dalam keadaan yang sulit itu, mengetahui konsekuensinya. Dia hanya berusaha mengatasi kebencian yang ada.

"Dengan melakukan itu, dia mengambil kehidupan abadi. Hari ini kita tidak bisa melihatnya, tetapi dia telah menyebarkan pesan perdamaian dan cintanya, ke seluruh dunia," katanya.

Naeem lantas mengatakan penghargaan yang diterima ini tidak hanya untuk sang suami, tetapi untuk setiap orang yang cinta damai dan menentang kebencian.

Di sisi lain, Aziz melakukan kepahlawanannya di Linwood Islamic Centre, masjid kedua yang ditargetkan pada 15 Maret 2019. Ia berupaya melemparkan mesin EFTPOS ke Tarrant untuk menakutinya.

Tarrant setidaknya mengarahkan tiga tembakan ke Aziz. Namun ia lantas mengambil senapan yang dibuang untuk menakuti Tarrant agar melarikan diri dengan mobilnya, yang setelahnya ditangkap oleh polisi.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan Aziz benar-benar mengabaikan kesejahteraannya sendiri demi komunitasnya. Tindakan Aziz disebut merupakan upaya untuk menghalangi pria bersenjata masuk ke Linwood Islamic Center dan akhirnya memaksanya melarikan diri.

"Keberanian yang ditunjukkan oleh warga Selandia Baru ini tanpa pamrih dan luar biasa. Mereka sangat kami hormati dan terima kasih atas tindakan mereka pada hari itu," ucap dia.

Tokoh pahlawan lain telah diberikan penghargaan keberanian lainnya yang di bawah New Zealand Cross. Salah satu warga yang menerima penghargaan ini adalah Liam Beale, yang melakukan pertolongan pertama menyelamatkan nyawa setelah menemukan dirinya ada di tempat pembunuhan.

Polisi Senior Eric Carmody dan Polisi Senior Jim Manning dipuji karena telah berupaya menghentikan dan menangkap Tarrant.

Ziyaad Shah juga dianugerahi Penghargaan Keberanian Selandia Baru karena berpura-pura mati setelah ditembak dua kali selama pembantaian, untuk melindungi pria lain yang terluka.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement