Retorika anti-Muslim, PM Hongaria Dikecam

Jumat , 24 Dec 2021, 01:19 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara selama konferensi pers bersama dengan pemimpin sayap kanan Prancis Marine le Pen di Budapest, Hongaria, Selasa, 26 Oktober 2021.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara selama konferensi pers bersama dengan pemimpin sayap kanan Prancis Marine le Pen di Budapest, Hongaria, Selasa, 26 Oktober 2021.

Sementara Anggota kepresidenan Bosnia, Sefik Dzaferovic, menyebut pernyataan Orban memalukan dan kasar.

 

Terkait

 "Ini bukan tantangan bagi UE untuk mengintegrasikan dua juta Muslim (Bosnia), karena kami adalah penduduk asli Eropa yang selalu tinggal di sini dan kami adalah orang Eropa,” katanya.

Orban juga mengatakan Hungaria tidak akan mendukung sanksi Uni Eropa terhadap pemimpin Serbia Bosnia Milorad Dodik. Hal ini seperti yang diancam oleh Jerman dan beberapa negara anggota lainnya karena pendirian separatisnya.

 “Sarajevo telah kehilangan keberanian, menyerang semua orang, Serbia, Kroasia, Slovenia, sekarang Hungaria. Belum lagi Rusia,” kata Dodik, merujuk pada dukungan yang diduga diterimanya dari negara-negara tersebut.

Orban telah dikenal karena kebijakan anti-migrasinya, mengklaim migran Muslim adalah ancaman terbesar bagi nilai-nilai Kristen Eropa. Dia juga telah mendukung aksesi cepat Serbia ke dalam UE meskipun kebijakan sekutunya semakin otokratis, Presiden Serbia Aleksandar Vucic.

Lebih dari 100 ribu orang tewas dan jutaan kehilangan tempat tinggal selama perang 1992-95 di Bosnia. Hal itu terjadi ketika Serbia Bosnia mencoba untuk menciptakan wilayah etnis murni untuk bergabung dengan negara tetangga Serbia.