Kamis 30 Dec 2021 04:40 WIB

Iran akan Ledakkan Fasilitas Nuklir Israel Jika Perang Pecah

Latihan Iran adalah pesan serius bagi Israel.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Iran akan Ledakkan Fasilitas Nuklir Israel Jika Perang Pecah. Komandan militrer senior Iran, Mayor Jenderal M Bagheri
Foto: Tehran Times
Iran akan Ledakkan Fasilitas Nuklir Israel Jika Perang Pecah. Komandan militrer senior Iran, Mayor Jenderal M Bagheri

IHRAM.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menyatakan fasilitas nuklir utama Dimona Israel akan menjadi target utama jika perang pecah antara kedua negara yang merupakan musuh bebuyutan itu.

Menurut Bagheri, untuk melakukan serangan semacam itu di jantung Gurun Negev Israel, Iran memiliki pengetahuan dan teknologi menggunakan beberapa rute dan opsi menembak untuk meniadakan sistem anti-rudal canggih (Iron Dome) Israel. "Itu bukan pertunjukan semata. Itu adalah simulasi lengkap dari kenyataan di mana situs akan sepenuhnya diledakkan," kata dia setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyelesaikan serangkaian manuver militer skala besar yang puncaknya yaitu dilakukannya beberapa serangan di situs tiruan, dilansir dari Al-Monitor, Rabu (29/12).

Baca Juga

Komandan IRGC Hossein Salam, juga telah mengeluarkan peringatan bahwa latihan Iran adalah pesan serius bagi Israel. Peningkatan retorika yang mencolok muncul sebagai tanggapan atas laporan tentang persiapan Israel untuk mensimulasikan serangan terhadap Iran.

Program rudal kontroversial Iran telah menjadi inti dari ketegangan lama antara Teheran dan Barat. Yang pertama menggambarkannya sebagai pencegahan dan tidak dapat dinegosiasikan, sementara yang kedua menganggapnya tidak stabil dan provokatif.

 

Ketika rudal balistik ditembakkan dalam latihan Iran terbaru, Inggris mengecam langkah itu dan menganggapnya sebagai pelanggaran Resolusi 2231 PBB. Inggris mendesak Teheran untuk meninggalkan program tersebut. Namun, Iran menolak kritik itu dan menganggap Inggris telah ikut campur dalam urusan dalam negerinya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga telah memperingatkan lebih dari sekali bahwa Iran akan meratakan kota-kota Israel Tel Aviv dan Haifa dalam menanggapi setiap agresi Israel.

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, telah mengisyaratkan kegagalan diplomasi terkait program nuklir Iran dapat membuka opsi-opsi baru. Kepala Komando Pusat AS Jenderal Kenneth F. McKenzie menyampaikan kemungkinan perang dengan Iran, yang dalam pandangannya itu akan berdarah.

"Tetapi kita akan menang dalam jangka panjang," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement