China Siap Ambil Langkah Jika Taiwan Ingin Memerdekakan Diri.

Rabu , 29 Dec 2021, 20:20 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Agung Sasongko
 Presiden Tsai Ing-wen berbicara selama upacara komisioning F-16V Angkatan Udara Taiwan di dalam pangkalan udara Chiayi, Taiwan, Kamis (18/11). Presiden Tsai menghadiri peresmian 42 jet tempur upgrade F-16V pertama Angkatan Udara. Taiwan telah membeli 66 F-16V baru dari Amerika Serikat.
Presiden Tsai Ing-wen berbicara selama upacara komisioning F-16V Angkatan Udara Taiwan di dalam pangkalan udara Chiayi, Taiwan, Kamis (18/11). Presiden Tsai menghadiri peresmian 42 jet tempur upgrade F-16V pertama Angkatan Udara. Taiwan telah membeli 66 F-16V baru dari Amerika Serikat.

IHRAM.CO.ID, BEIJING --  Pemerintah China akan mengambil tindakan tegas jika mengetahui ada upaya Taiwan memerdekakan diri.

 

Terkait

“Jika pasukan separatis di Taiwan yang mencari kemerdekaan memprovokasi, mengerahkan kekuatan atau bahkan menerobos garis merah, kami harus mengambil tindakan drastis,” kata juru bicara Kantor Urusan Taiwan China Ma Xiaoguang dalam konferensi pers pada Rabu (29/12), dikutip laman the Straits Times.

Baca Juga

Ma mengungkapkan, China bersedia untuk mencoba yang terbaik untuk mencapai reunfikasi damai dengan Taiwan. Namun Beijing tak segan bertindak jika ada “garis merah” kemerdekaan dilanggar. Dia menyebut, provokasi kelompok pro-kemerdekaan dan intervensi asing dapat meningkat tajam serta lebih intens dalam beberapa bulan mendatang.

“Tahun depan, situasi Selat Taiwan akan menjadi lebih kompleks dan parah,” ujarnya.

Taiwan menjadi salah satu isu pokok yang dibahas dalam pertemuan virtual Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping 16 November lalu.

Pada kesempatan itu, Biden menekankan bahwa Washington mendukung Taiwan Act. Taiwan Act adalah undang-undang (UU) yang menetapkan bahwa AS akan mendukung pertahanan diri Taiwan. Caranya dengan menyediakan penjualan senjata atau peralatan militer serta mencegah upaya apa pun oleh China untuk merebut paksa Taiwan. 

Berbeda dengan pernyataan Biden, China justru menyebut bahwa presiden AS tersebut menentang kemerdekaan Taiwan. Menurut China, pada kesempatan itu Xi turut menekankan bahwa siapa pun yang “bermain api” di sekitar Taiwan, pasti akan membakar diri mereka sendiri. Kementerian Luar Negeri Taiwan kemudian menuding Beijing dengan sengaja menyalahartikan pernyataan Biden. 

Taiwan sudah berulang kali menyatakan bahwa ia adalah negara merdeka dengan nama Republik China. Taiwan selalu menyebut bahwa China tidak pernah memerintahnya dan tidak berhak berbicara atas namanya. Namun sebaliknya, China mengklaim Taiwan sebagai bagian yang tak terpisah dari teritorialnya. Hal itu membuat hubungan kedua belah pihak dibekap ketegangan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini