Perjalanan Panjang Salman Al Farisi untuk Bertemu Rasulullah

Jumat , 07 Jan 2022, 00:53 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Sahabat Nabi
Ilustrasi Sahabat Nabi

Ketika akan meninggal, sang uskup memberitahu Salman bahwa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu. Sang uskup berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon korma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam.

 

Terkait

Uskup tersebut juga menyampaikan ihwal ciri-ciri Nabi tersebut. Di antaranya, tidak mau menerima sedekah, tidak mau menerima hadiah, dan di pundaknya terdapat cap kenabian. Setelah itu, Salman bertemu dengan rombongan dari Arab. Mereka mengatakan kepada Salman bahwa tempat tinggal mereka termasuk ciri-ciri daerah yang disebut Uskup.

Salman minta ikut bersama mereka ke daerah tersebut dan sebagai imbalan ia memberi mereka beberapa ekor sapi dan kambing. Mereka pun setuju. Ketika sampai di Wadi Al-Qurra', mereka menjual Salman kepada seorang warga Yahudi dari Bani Quraizhah. Tidak lama kemudian, Salman mendapat berita lewat percakapan tuannya dengan orang lain tentang diutusnya seorang Nabi dan akan berhijrah ke Madinah.

Pada malam hari, Salman pergi menemui Rasulullah sambil membawa makanan sembari berkata, "Makanan ini adalah sedekah." Nabi tidak memakan makanan tersebut dan mempersilahkan para sahabatnya untuk menyantapnya. Salman pun datang lagi dan membawa makanan sambil mengatakan, "Makanan ini adalah hadiah." Kali ini, Nabi memakan sebagiannya dan yang sebagiannya lagi diberikan kepada para sahabatnya.

Suatu hari, Salman melihat cap kenabian di pundak Nabi. Karena itulah, ketika ia melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad, Salman pun langsung mengikrarkan diri masuk Islam dan menceritakan liku-liku perjalanannya kepada Beliau. Rasulullah menasehati Salman untuk menulis surat kepada tuannya. Beliau SAW juga meminta bantuan para sahabatnya untuk memerdekakan Salman.