Jabal Al-Lith, Rumah Terumbu Karang Warna-warni dan Hutan Laut

Jumat , 07 Jan 2022, 11:46 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Muhammad Hafil
Jabal Al-Lith, Rumah Terumbu Karang Warna-warni dan Hutan Laut
Jabal Al-Lith, Rumah Terumbu Karang Warna-warni dan Hutan Laut

IHRAM.CO.ID,Al-Lith—Pulau Jabal di Al-Lith, sebuah kota di Tihamah di Pantai Laut Merah, menjadi tujuan wisata yang menjanjikan keindahan hayati dan biota laut yang menyejukkan mata. Ragam terumbu karang berwarna-warni menjadi spot wisata favorit para penyelam yang ingin menjelajah dunia bawah laut yang menakjubkan. Pulau ini membentang di atas area dengan panjang lebih dari 4,5 km dan lebar sekitar 2,2 km. Pulau ini hanya berjarak 40 km, sekitar 35 menit, dari pelabuhan kecil yang biasa digunakan pengunjung untuk mengistirahatkan perahu mereka. 

 

Terkait

Baca Juga

Tempat ini menjadi pilihan terbaik untuk menikmati musim panas atau menghabiskan liburan akhir pekan. Keindahan alam yang masih terjaga keasliannya, dipercantik dengan jernihnya air laut dan pasir putih yang membentang sepanjang pantai menjadi godaan yang sulit ditolak. Jika Jabal Al-Lith memiliki ‘hutan laut’ dan dipenuhi bakau serta tanaman Salvadora persica, maka Desa Dhee Ayn di Baha memiliki tanaman aromatik yang keharumannya dapat menenangkan para pengunjung. 

Salah satu desa arkeologi terpenting Kerajaan ini memiliki banyak lahan yang dipenuhi tumbuhan kadi dan kemangi serta berbagai jenis tanaman tropis lain. Desa ini juga memiliki ciri khas rumah dari abad ke-8 yang tersebar di atas gunung marmer putih yang membentang seluas 15.000 meter persegi. Sebuah masjid membentuk inti desa yang dikelilingi oleh lahan pertanian dan rumah-rumah. Dhee Ayn memang terkenal dengan kekayaan pertaniannya yang melimpah dan mata air tawar yang telah menyembur selama ratusan tahun.

Di masa lalu, gandum dibudidayakan di daerah itu dan pohon palem menghasilkan buah yang lezat. Saat ini, pohon pisang mendominasi di tengah aroma kadi dan kemangi yang segar. Desa ini memiliki lebih dari 75.000 meter persegi lahan pertanian yang menghasilkan lebih dari 8 ton pisang per tahun, memuncak selama musim panas. 

Desa kuno ini juga merupakan penghasil lebih dari 21.500 bunga kadi sepanjang tahun, kebanyakan pada bulan Oktober. Banyak acara diadakan di Dhee Ayn selama musim dingin yang sejuk, yang terpenting adalah festival pisang, kadi, dan produk pertanian lainnya yang bertujuan untuk mempromosikan daerah tersebut sebagai tujuan wisata. 

Sumber

https://www.arabnews.com/node/1996951/saudi-arabia

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini