Muhammad bin Zakariya Razi Kiblat Kedokteran Eropa

Jumat , 14 Jan 2022, 20:20 WIB Reporter :Imas Damayanti/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilmuwan Muslim.
Ilmuwan Muslim.

Salah satu yang paling mengerikan manakala mengabaikan ketentuan hukum pembagian waris sesuai syariag adalah terdapat risiko memakan harta anak yatim. Sebab sebagian dari ahli waris itu boleh jadi memang anak yatim yang belum cukup umur.

 

Terkait

Ustaz Ahmad Sarwat dalam buku Mengapa Kita Wajib Belajar Ilmu Waris menjelaskan bahwa ketika ayah atau ibunya wafat, sebagian ahli waris berstatus yatin. Lalu karena dianggap masih kecil dan belum cukup umur, tidak pernah ditegaskan mana harta waris untuk mereka. 

Lalu harta itu kemudian habis begitu saja, entah oleh pamannya, kakaknya, bahkan oleh ibu mereka sendiri. Padahal harta itu milik mereka yang berstatus anak yatim. Ketika harta peninggalab almarhum tidak segera ditetapkan pembagian warisnya, malah ditunda-tunda dengan bermacam alasan, kilah dan hasil mengarang sendiri, maka potensi memakan harta anak yatim itu langsung terbuka lebar sebab menunda-nunda penetapab hak anak yatim. 

Barang siapa yang berani menggelapkan hak-hak anak yatim, ancamannya jelas sekali yakni memakan api neraka. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah An-Nisa ayat 10, "Innallladzina ya'kuluna amwaalal-yataama zhulman innama ya'kuluna fii buthunihim naaran wa sayashlauna sa'iran,". 

 

Yang artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala,".