Jumat 14 Jan 2022 20:02 WIB

Epidemiolog: Saatnya Fokus Agar Omicron tak Menyebar ke Seluruh Wilayah

Edukasi lagi ke masyarakat bagaimana menggunakan masker yang baik.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Agung Sasongko
Warga mengenakan masker saat melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kemenkes memprediksi puncak penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron akan terjadi pada awal atau pertengahan Februari 2022.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Warga mengenakan masker saat melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kemenkes memprediksi puncak penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron akan terjadi pada awal atau pertengahan Februari 2022.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA --  Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono menilai pelarangan masuk 14 negara sudah tidak efektif lantaran penyebaran varian baru Omicron sudah menyebar.

 

Baca Juga

"Sekarang varian Omicron sudah menyebar hampir ke seluruh negara ,jadi tidak efektif, " kata Pandu kepada Republika, Jumat (14/1/2022).

 

Bahkan, bila hanya fokus kepada para pelaku perjalanan luar negeri, sama saja dengan mengabaikan penyebaran transmisi lokal.

Menurutnya, saat ini lebih baik dilakukan pengetatan di setiap pintu masuk negara dan berupaya agar varian Omicron tak menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

"Fokus bagaimana supaya tidak menyebar ke seluruh wilayah, kayak sekarang masih di Jabodetabek jangan sampai ke Jateng atau ke Jatim. Itu strategi yang bisa dilakukan, " terang Pandu.

Pandu melanjutkan, banyak pilihan strategi yang bisa dilakukan seperti meningkatkan tracing atau pelacakan, para pelaku perjalanan pun harus dipastikan telah mendapatkan vaksinasi penuh. Hal terpenting lainnya adalah kembali mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker.

"Edukasi lagi ke masyarakat bagaimana menggunakan masker yang baik. Kalau perlu masker baik dan kualitas bagus harga diturunkan atau kalau bisa memakai strategi masker berlapis, " ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement