Amphuri Pastikan Jamaah Umroh Patuhi Prokes

Jumat , 21 Jan 2022, 04:00 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Amphuri Pastikan Jamaah Patuhi Prokes. Foto:   Jamaah umroh mengelilingi Ka
Amphuri Pastikan Jamaah Patuhi Prokes. Foto: Jamaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) memastikan jamaah taat kepada protokol kesehatan (Prokes) di dalam dan luar negeri. Pernyataan ini sebagai respon banyaknya jamaah pulang umroh positif Covid-19.

 

Terkait

"Amphuri merekomendasi setiap jamaah umrah yang berangkat untuk selalu disiplin menjalankan prokes sesuai prosedur yang ditetapkan oleh KSA selama dalam menjalankan ibadah umrah," kata Ketua Umum Firman M Nur, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga

Patuh terhadap prokes merupakan ikhtiar jamaah agar tidak terpapar Covid-19. Untuk itu jamaah harus selalu disipilin menjaga prokes setiap aktivitas di Arab Saudi ketika ibadah.

"Kedisiplinan yang baik dalam menjalani prokes akan melindungi dan menjaga kesehatan jamaah selama ibadah dan sampai pulang ke tanah air," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh) Budi Darmawan mengangatakan, penyebab jamaah terpapar covid-19 saat tiba di Indonesia karena kondisinya yang lemah. Untuk itu jamaah tidak terlalu memaksakan diri ketika sudah merasa lelah saat menjalankan ibadah. 

"Kondisi jamaah capek ibadah, pulang jelas imun turun, di PCR Positif," kata Budi Darmawan saat dihubungi Republika, Rabu (19/1/2022).

Budi mengatakan, saat ini jamaah melaksanakan umroh dan ziarah dalam kondisi musim dingin. Ketika kepulangan ada penyesuaian suhu dari dingin ke panas saat tiba di Jakarta, namun saat ditest masih negatif.

"Dan kepulangan penerbangan 10 jam di PCR di CGK masih Negatif," ujarnya.

Namun setelah jamaah dikarantina tujuh hari enam malam, hari ke lima dilakukan test PCR pertama dalam Hotel di kamar saja. Selama dikarantina ini jamaah kurang terkena sinar matahari langsung dan pada kondisi seperti ini jamaah positif.

"Stres akhirnya PCR kedua kena positif," katanya.

Budi yakin, semua jamaah umroh selalu komit terhadap protokol kesehatan, yang berlaku di dalam dan luar negeri. Namun mungkin jamaah lupa ibadahnya terlalu bersemangat sehingga saat pulang dalam kondisi lemah dan menyebabkan kondisi imun menurun.

"Jangan terlalu forsir diri, tetpi susah karena Ibadah semua merupakan Ibadah fisik," katanya.

Pada kesempatan ini, Budi meminta media tidak terlalu membesarkan jamaah umroh positif covid-19. Karena akan berdampak kepada kebijakan pemerintah menutup sementara umroh.

"Jangan terlalu ramekan, nanti umroh malah ditutup," katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini